Gubernur Khofifah saat memanen padi di Ngawi.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah mengapresiasi keberhasilan Ngawi dalam menjaga produktivitas beras sepanjang tahun ini, terutama produksi beras pada November 2022 yang berhasil memproduksi surplus sebanyak 91,26 ribu ton. Capaian tersebut tercatat sebagai daerah tertinggi surplus gabahnya se-Indonesia.
Sementara pada Desember 2022, surplus gabah di Ngawi sebanyak 15,75 ribu ton atau tertinggi kedua se-Indonesia setelah Kabupaten Karawang. Secara komulatif, produksi gabah di Ngawi tertinggi se-Indonesia.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
- Goes To Campus UAC, Gubernur Lemhanas: Dari Rahim Pesantren Lahir Indonesia
"Alhamdulillah, tingginya produktivitas beras maupun padi di kabupaten/kota akan sangat berarti terhadap stok beras di Jatim dan nasional. InsyaAllah, stok beras dalam kondisi aman hingga Desember 2022 bahkan surplus. Dan salah satunya wilayah yang produksi padinya sangat tinggi adalah Kabupaten Ngawi," kata Khofifah, Selasa (6/12/2022).
Berdasarkan Angka Sementara Produksi Padi 2022, BPS mencatat luas panen padi di Jatim mencapai 1,7 juta hektare dengan produksi padi sebesar 9,69 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan beras 5,59 juta ton.

Capaian ini merupakan produksi Gabah Kering Giling (GKG) tertinggi secara nasional. Angka tersebut dihitung berdasarkan metode Kerangka Sampel Area (KSA) yang memanfaatkan citra satelit dari LAPAN.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




