Bupati Jember Apresiasi Unej Tanam 25 Ribu Bibit Pohon: Dapat Kurangi Risiko Bencana

Bupati Jember Apresiasi Unej Tanam 25 Ribu Bibit Pohon: Dapat Kurangi Risiko Bencana Bupati Jember Hendy Siswanto turut serta dalam kegiatan penanaman 25.000 bibit pohon yang dilaksanakan oleh LP2M Unej di Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Bupati Jember Hendy Siswanto mengapresiasi kegiatan penanaman 25 ribu bibit pohon yang dilakukan oleh LP2M Universitas Jember (Unej) di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Selasa (7/12).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memeringati Hari Penanaman Bibit Pohon Sedunia sekaligus menyemarakkan Dies Natalis ke-58 Unej. Penanaman pohon yang kali ini juga didukung oleh BKSDA Jember.

"Ini artinya perguruan tinggi mempresentasikan langsung kepada masyarakat, peka terhadap lingkungan." ungkap Hendy di sela mengikuti penanaman bibit pohon di Desa Klungkung.

Ia mengaku bangga dengan apa yang dilakukan oleh Unej dan BKSDA Jember, serta para relawan dan pegiat lingkungan. Baginya, hal tersebut menandakan bahwa kondisi alam Jember yang notabene masih rawan bencana, masih dijaga oleh banyak pihak.

Menurut Hendy, Penanaman pohon dapat mengurangi risiko bencana hingga menghindarkan masyarakat dari bahaya kekeringan.

"Saya terharu karena lingkungan ini yang menjaga bukan Unej, bukan Pemkab Jember saja, tapi kita semua, terutama keterlibatan langsung masyarakat," ujarnya.

Ia berharap pohon yang sudah ditanam ini tidak ditinggal begitu saja, namun harus dirawat sebagai bagian dari pelestarian lingkungan dan menjaga ekosistem alam.

"Yang akan mendapat manfaat itu kita semua, terutama anak cucu kita ke depan," tuturnya.

Hendy yakin, penanaman bibit pohon ini sangat bermanfaat untuk mengantisipasi bencana yang bisa terjadi kapan pun. Mengingat, kondisi geografis Jember yang berada di tengah gunung, sehingga masuk wilayah yang rawan bencana.

Terlebih, di kaki Gunung Argopuro masih belum ada sistem untuk pencegahan bencana yang matang. Setidaknya ada 3 kecamatan di Jember yang akan terdampak langsung bila ada tumpahan air dari kaki Gunung Argopuro.

"Tentunya penanganan ini harus komprehensif (hulu-hilir), perlu suatu kolaborasi (berbagai pihak), agar masalah bencana bisa terselesaikan dengan baik," pungkasnya. (yud/bil/rev)