Khofifah pada instansi vertikal maupun OPD di Jatim agar selalu memperkuat sinergi dan kolaborasi. Hal ini penting untuk memberikan signifikansi terhadap produktivitas masyarakat yang tujuannya adalah percepatan peningkatan kualitas SDM dan percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dan salah satu tujuan utamanya adalah bagaimana kita bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui program-program perlindungan sosial,” katanya.
Untuk itu ia juga meminta kepada para bupati/wali kota untuk bisa mengecek kembali program-program perlindungan sosialnya. Yakni seberapa besar program tersebut sudah berkontribusi pada proses perwujudan kesejahteraan sekaligus penurunan kemiskinan. Terutama bagi daerah-daerah yang ada kemiskinan ekstrem.
Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Jawa Timur Taukhid mengatakan, APBN tahun 2023 sebesar Rp 3.061,17 triliun yang terdiri dari belanja transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 814,72 triliun (26,61%), belanja kementerian negara/lembaga Rp 1.000,84 triliun (32,70%), serta belanja non kementerian negara/lembaga Rp 1.245,61 triliun (40,69%). Pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Jatim dialokasikan minimal Rp 121,81 triliun (6,71% ) hingga Rp 141,84 triliun (4,63%).
“APBN 2023 ditetapkan dalam situasi yang sebagian orang mengatakan banyak ketidakpastian. Tapi kami dari pemerintah dan kementerian keuangan selaku otoritas fiskal dengan tegas mengatakan InsyaAllah kita memiliki kepastian sesuai kesepakatan antara parlemen dan juga pemerintah,” katanya.
“Bahwa APBN dirancang untuk menumbuhkan ekonomi hingga 5,3%. Ini merupakan pertumbuhan yang relatif stabil dan dikatakan lebih baik dibandingkan dengan situasi sebelum pandemi covid 19 sejak awal 2020,” imbuhnya.
Selanjutnya, telah ditetapkan pokok-pokok kebijakan belanja negara tahun 2023 yang diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Yakni melalui, pertama, belanja pendidikan dan kesehatan untuk membangun SDM yang unggul dan produktif. (dev/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




