Plt Bupati Bangkalan Mohni
BANGKALAN BANGSAONLINE.com - Tingginya curah hujan yang mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Bangkalan sejak akhir 2022 hingga awal 2023 membuat sungai di Kecamatan Blega meluap, hingga menyebabkan banjir, Senin (10/1/2023).
Banjir yang sudah dua kali terjadi pada awal bulan januari lalu menyebabkan kemacetan dan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Tercatat sebanyak tiga ribu kepala keluarga terdampak musibah kali ini.
BACA JUGA:
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tretan Biosaka Madura Semprot Gunungan Sampah di TPS Bangkalan
- Ruang Pantomim Bangkalan Turun ke CFD, Kenalkan Seni yang Telah Ukir Prestasi Nasional
- Jemaah Haji asal Bangkalan Gelar Tasyakuran di Makkah, Bersyukur Usai Selesaikan Rangkaian Ibadah
- Investigasi Keracunan 84 Siswa SMAN 1 Kokop Bangkalan, Satgas MBG Ungkap Temuan ini di SPPG
Dalam hal ini Plt Bupati Bangkalan Mohni mengatakan, penyebab terjadinya banjir di Blega akibat tingginya curah hujan sehingga volume air sungai meluap, ia menilai perlu normalisasi atau pengerukan sungai guna mencegah naiknya volume air.
"Banjir yang terjadi itu akibat meluapnya sungai di sekitar, jadi perlu di normalisasi, kami sudah bersurat ke provinsi terkait normalisasi sungai ini," ujarnya.
Ia menambahkan, sejauh ini yang bisa dilakukan oleh Pemkab Bangkalan hanya meringankan beban masyarakat dengan memberikan bantuan sosial, serta melakukan survei bersama dinas terkait untuk penanggulangan bencana banjir.
"Kami sudah memberikan bantuan, dan upaya lain yang dilakukan yakni menurunkan alat berat untuk Kecamatan Arosbaya sementara untuk Blega sendiri masih dalam pengecekan lokasi," ungkapnya. (mil/uzi/git)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




