Rumah warga di Desa/Kecamatan Bungah terendam air dampak luapan Bengawan Solo. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
Munir menyampaikan, kondisi air Bengawan Solo hingga Minggu (19/2/2023), pukul 23.00 WIB, terpantau di Bendung Gerak Sembayat (BGS) relatif stabil 2.36, naik turun.
"Untuk itu, desa-desa di bantaran Bengawan Solo tengah siaga 1," tutupnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Gresik, Darmawan menyampaikan, ketinggian air diperkirakan masih meningkat. Banjir akibat luapan Bengawan Solo berkisar dengan ketinggian air mencapai 10- 40 cm," ucapnya.
BPBD Gresik, kata ia, terus melakukan monitoring terhadap perkembangan situasi dan banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo bersama pihak terkait.
"BPBD Gresik bersama tim relawan desa terus melakukan pendataan dampak banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo serta berkoordinasi dengan Forkopimcam. Kami juga kordinasi dengan Pemerintah Desa terdampak banjir,," pungkasnya. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




