Paksakan AHWA, PBNU Dinilai Takut Calonnya tak Terpilih

“Justru kita tahu, beliau (Slamet Effendi Yusuf) itu aktivis Golkar puluhan tahun. Jangan-jangan beliau yang lebih politis dalam memaksakan sistem AHWA ini,” pungkasnya. Slamet Effendi Yusuf menjadi politisi Golkar selama 21 tahun.  

Seperti diberitakan BANGSAONLINE.com, acara Pra ke-33 yang dipusatkan di Asrama Haji Sudiang Makassar, 22-23 April 2015, berlangsung panas. Acara bertemakan ”Islam Nusantara sebagai Islam Mutamaddin menjadi Tipe Ideal Dunia Islam” yang dibuka oleh Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, itu hujan interupsi saat panitia menyosialisasikan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) untuk pemilihan Rais Am kepada peserta.

”Acara ini sebenarnya kan seminar nasional tapi berubah jadi sosialisasi AHWA. Akhirnya peserta banyak yang interupsi menolak AHWA diterapkan pada ke-33 di Jombang,” kata Ketua PWNU Sulawesi Utara KH Drs Syaban Mauludin kepada BANGSAONLINE.com April lalu (23/4).

Namun, kata Syaban Mauludin, upaya Panitia Pusat ke-33 bisa dikatakan gagal total dalam menggiring peserta untuk mendukung AHWA. ”Ya bisa dikatakan seperti itu. Karena peserta banyak yang interupsi,” kata Kiai Syaban Mauludin.

Prof. Dr. H Nasruddin Suyuti, MSi, Ketua PWNU Sulawesi Tenggara, membenarkan bahwa peserta menolak AHWA diberlakukan dalam ke-33 di alun-alun di Jombang. ”Sosialiasi itu tak efektif,” kata Prof. Dr. H Nasruddin Suyuti, MSi, kepada BANGSAONLINE.com Kamis sore (23/4/2015).

Menurut dia, semula dirinya masih ingin mendengar apa yang mau disampaikan oleh Pantia Pusat ke-33. ”Tapi peserta sudah ramai interupsi,” kata Prof. Dr Nasruddin Suyuti.

Menurut Nasruddin Suyuti, peserta acara Pra terdiri dari 10 PWNU dan sebagian PCNU dari Makassar. ”Dari 10 PWNU yang hadir kita sepakat menolak sistem AHWA ini diberlakukan dalam ke-33 di Jombang,” kata Prof. Dr. H Nasruddin Suyuti.

Begitu juga dalam acara Pra di Lombok dan Medan AHWA juga ditolak diberlakukan pada ke-33 di alun-alun Jombang. Bahkan sebelumnya 25 PWNU dari 33 PWNU seluruh Indonesia menandatangi surat pernyataan menolak AHWA diberlakukan pada ke-33 di alun-alun Jombang. Mereka menengarai ngototnya PBNU dan Panitia hanya untuk menyingkirkan calon Rais Am tertentu yang kini mendapat dukungan mayoritas dengan mengatasnamakan AHWA. (tim)      

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Dihadang Petugas, Caketum PBNU Kiai As'ad Ali dan Kiai Asep Jalan Kaki ke Pembukaan Muktamar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO