Sakit Kepala Usai Makan Daging, Berikut Sebab dan Cara Mengatasinya. Foto: Ist
SURABAYA, BANGSONLINE.com - Sakit kepala yang dialami oleh sebagian orang dapat disebabkan oleh beragam faktor, dari alergi hingga kelainan sendi. Sakit kepala setelah makan daging bisa membuat kepala terasa nyut-nyutan hingga membuat penghlihatan kabur.
Berikut penyebab sakit kepala usai makan daging, yaitu:
BACA JUGA:
- Viral Pengendara Motor di Surabaya Bawa Kardus Berisi Barang Harga Rp70 Jutaan
- Viral! Siswa SD di Probolinggo jadi Korban Bullying, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Jambret Apes! Nekat Gasak Perhiasan Emak-emak di Blitar, Ternyata Emas Imitasi
- Polemik Yai Mim dan Sahara, Gus Yusuf Minta Alumni Tebuireng Jaga Adab
1. Alergi daging
Dilansir dari Healthline, daging merah dapat meningkatkan produksi histamin di dalam tubuh. Histamin merupakan senyawa kimia yang berperan dalam mekanisme alergi yang menyebabkan reaksi imun berlebihan, seperti sakit kepala atau pusing.
Sering pusing usai mengonsumsi daging menjadi tanda bahwa Anda alergi terhadap daging. Selain sakit kepala, alergi daging juga bisa diikuti dengan kondisi seperti mual, bersin dan gatal-gatal.
2. Kenaikan tekanan darah
Daging sapi dan kambing mengandung kadar kolesterol yang tinggi sehingga bisa menyebabkan tekanan darah naik atau hipertensi. Selain itu, daging merah memiliki kandungan lemak trigliserida dan lemak jahat (LDL). Semakin tinggi kadar LDL dan trigliserida dalam tubuh, makan akan semakin tinggi risiko hipertensi.
Adapun ciri-ciri hipertensi setelah makan daging yaitu mual, sakit kepala, hingga peningkatan detak jantung.
3. Daging terkontaminasi bakteri
Daging yang terkontaminasi berbagai bakteri, seperti Salmonella, E.coli atau Listeria dapat menjadi penyebab seseorang mengalami keracunan. Keracunan makanan dapat terjadi setelah beberapa jam mengonsumsi daging.
Selain sakit kepala, gejala keracunan daging yang terkontaminasi bakteri yaitu, mual, muntah, diare, sakit perut kronis.
4. Keracunan zat besi
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




