Tradisi Memperingati Tahun Baru Islam. Foto: pontianak.go.id
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tahun Baru Islam merupakan hari istimewa bagi umat Muslim. Tak ayal beberapa daerah merayakan hari tersebut penuh suka cita lewat tradisi turun temurun dari pendahulu.
1 Muharram adalah momen pergantian tahun dalam kalender hijriyah, biasanya seluruh umat Islam memanjatkan doa dan menggelar acara tradisi. Tujuan untuk menggelar tradisi 1 Muharram yakni sebagai ungkapan rasa syukur selama setahun.
Berikut ini 4 tradisi Tahun Baru Islam yang ada di Indonesia;
BACA JUGA:
- Peringati Tahun Baru Islam, Wali Kota Pasuruan Ajak ASN Maknai Hijrah sebagai Transformasi Diri
- Warga Mojoroto Kota Kediri Buat 150 Lengkong dari Pelepah Pisang, Tradisi Jawa yang Ramah Lingkungan
- Sambut Tahun Baru 1447 H, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Sholawat dan Zikir Bersama
- Libur Tahun Baru Islam, Volume Kedatangan di Stasiun Kediri Tertinggi ke-2 Setelah Madiun
1 Kirab Kebo Bule
Digelar di Kebun Raya Gunung Tidar, Magelang, tradisi ini biasanya dilakukan oleh masyarakat di sekitar lokasi wisata setiap malam 1 Suro. Masyarakat akan bersama-sama berziarah ke makam para leluhur.
Mereka biasanya mendaki Gunung Tidar untuk berziarah bersama ke makam Kyai Sepanjang dan Kyai Semar yang dulu ikut menyebarkan agama Islam di Jawa.
2. Masak Bubur Suro
Masyarakat Jawa Barat atau orang Sunda biasanya merayakan 1 Muharram dengan membuat Bubur Suro. Upacara ini dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur selama satu tahun.
Biasanya, masyarakat Sunda akan menyiapkan dua jenis bubur yaitu bubur merah dan bubur putih yang disajikan terpisah, lalu membawanya ke masjid untuk didoakan bersama sama.
3. Pawai Obor Keliling
Di sebagian besar daerah, tradisi merayakan Tahun Baru Islam itu berbeda-beda. Salah satunya adalah pawai obor, biasanya tradisi ini dilakukan dengan membawa obor berkeliling kampung dan mengenakan pakaian muslim untuk merayakan Tahun Baru Hijriyah.
Bahkan tradisi ini masih kerap dirayakan di berbagai kota besar. Semua kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa akan berkeliling membawa obor dan melantunkan sholawat bersama.
4. Sedekah Gunung Merapi
Masyarakat desa di sekitar Gunung Merapi tepatnya di Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah merayakan tradisi unik setiap 1 Suro. Tradisi ini melakukan larung kepala kerbau di Gunung Merapi.
Masyarakat mengarak bersama sama kepala kerbau dan berbagai hasil bumi. Inti acara ini adalah dengan makan bersama dan berdoa agar tahun ini mendapat berkah dari Allah SWT.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




