SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya pembaruan (update) data di era digital ini. Dia juga menekankan pecepatan implementasi satu data.
Gubernur Khofifah menjelaskan kunci dari kedua hal tersebut adalah sumber daya manusia (SDM) yang menginput atau verifikator data tersebut. Mengingat, saat ini pembaruan data tidak lagi bulanan apalagi tahunan, namun sudah dalam hitungan minggu.
BACA JUGA:
- Pastikan Stok Hewan Kurban Cukup, Gubernur Khofifah Tinjau Koperasi Ternak di Lamongan
- Program Bongkar Ratoon Tebu Dimulai di Desa Pinggirsari
- Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp1,819 Miliar untuk Masyarakat Kota Kediri
- Salurkan Rp1,8 Miliar, Khofifah Serahkan Bansos dan Tali Asih Pilar Sosial di Kota Kediri
“Data inflasi itu kini bisa kita lihat setiap minggu, sehingga pengambilan kebijakan juga tidak bisa menunggu bulanan tahunan, harus saat itu juga,” ujarnya saat penganugrahan Satu Data (Sata) Jatim Award 2023 di Hotel Mercure Surabaya, Jumat (28/7/2023) malam.
Lebih lanjut dia menekankan, update data juga sangat penting dan menentukan arah kebijakan yang akan diambil. Sehingga, jika data yang digunakan adalah data lama, maka kebijakan yang diambil tidak akan relevan dengan kondisi terkini.
Selain soal update data, Gubernur Khofifah juga menekankan pada percepatan implementasi satu data Jawa Timur.
"Satu data akan menjadi bagian dari percepatan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas dari proses pengambilan kebijakan pembangunan di Jawa Timur," jelasnya.
Dikatakannya, tidak terjadi satu data jika tidak ada proses integrasi data. Proses integrasi harus terkoneksi, apakah dari sisi aplikator, operatornya, dan tentu terakhirnya pada verifikator di masing-masing titik.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




