Andi Fajar Yulianto
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Fajar Trilaksana, Andi Fajar Yulianto, mengajak para bakal calon legislatif (bacaleg) baik pusat dan daerah untuk berkampanye melestarikan Pancasila.
Menurut Fajar, kampanye itu bisa dilakukan bacaleg dengan memberikan dan menyodorkan program-program pelestarian Pancasila sebagai dasar adab perilaku politik.
BACA JUGA:
- Ironi Lebaran 2026, Advokat Andi Fajar Yulianto Soroti Kasus OTT dan Siraman Air Keras
- Targetkan 9 Kursi di Pemilu 2029, Golkar Gresik Gencarkan Konsolidasi hingga Tingkat Desa
- Marak Kasus Keracunan MBG, Direktur YLBH FT Sarankan Tinjau Ulang dan Libatkan Penegak Hukum
- Soal Kerugian Perumda Giri Tirta, Fajar Yulianto: Manajemen Dapat Dimintai Pertanggungjawaban Hukum
"Sehingga, nantinya sebagai jaminan saat duduk mewakili untuk dan atas nama rakyat mampu menumbuhkan dan menjaga rasa nasionalisme untuk berjuang demi kemasalahatan rakyat," tutur Sekretaris DPC Peradi Gresik ini, Sabtu (30/9/2023).
Fajar menilai peringatan hari kelahiran dan kesaktian Pancasila tiap tanggal 1 Juni dan 1 Oktober belum mampu mendarahdagingkan 5 sila di dalam setiap insan wakil rakyat, para pemangku kebijakan, dan pemegang otoritas pengelola negeri ini.
"Pembuktian kesaktian Pancasila dalam ketatanegaraan mulai demokrasi terpimpin oleh Bung Karno, kemudian harus tumbang dengan start pemicu letupan G-30S PKI kemudian berganti orde baru," ucapnya.
Ia menyebut pergeseran gaya kepemimpinan dan kondisi dinamika politik pengelolaan negara terus berkembang. Isu yang diangkat saat ini pun bukan lagi persaolan idelologi bangsa, tapi sudah pada penerapan nilai-nilai Pancasila dalam aspek perilaku moralitas.
Ia menyontohkan banyaknya para koruptor yang ditangkap KPK. Hal itu menunjukkan perilaku aparatur yang tak mampu mengelola uang rakyat dengan adab dan nilai luhur amanat dari Pancasila.
"Mereka, mulai bupati, wali kota, dan legislator yang punya cap wakil rakyat, dan tentu semuanya mendapatkan jabatannya melalui proses politik yang panjang," jelasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




