Tetuko Erwin Sukarno (kiri) saat memantau pelaksanaan operasi pasar murah di Balowerti. Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
Dalam pelaksanaanya, tiap satu orang dibatasi hanya boleh membeli dua kantong beras. Farida (40), salah satu warga Balowerti, mengaku senang dengan adanya pasar murah ini. Sebab, di pasaran harga per kg beras medium mencapai Rp14 ribu/kg. Sementara di operasi pasar ini hanya Rp10 ribu, lebih sedikit.
"Kami kira bila operasi pasar murah ini dilaksanakan sebulan sekali, warga tentu senang," ujarnya.
Sebelumnya, Pemimpin Perum Bulog Kancab Kediri, Imam Mahdi mengatakan, guna membantu masyarakat, Perum Bulog Kancab Kediri secara rutin menyalurkan beras medium dalam program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) baik itu melalui toko di pasar tradisional maupun kegiatan operasi pasar yang bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat.
Selain itu, lanjut Imam, pihaknya juga telah melakukan penyaluran beras bantuan pangan tahap II di wilayah kerja Bulog Kediri yaitu Nganjuk, Kabupaten Kediri dan Kota Kediri.
“Pendistribusian beras bantuan pangan tahap II ini dilakukan sebanyak 3 alokasi yaitu alokasi September, Oktober dan November dengan jumlah beras 10 kg yang diterima oleh masing-masing KPM. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan beras," katanya. (uji/git)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




