Haji Mahmoddin (kiri berdasi) dan KH Sya'roni Abdullah. Foto: dokumentasi keluarga
Menurut dia, pada saat itu H Mahmoddin kepala wilayah di instansinya. Maka ia didoktrin oleh rezim Orde Baru untuk memenangkan Golkar.
“Tapi Haji Mahmoddin malah kampanye Partai NU. Hasil pemilu di wilayahnya tidak ada satupun suara Golkar, berarti termasuk Kepala Wilayahnya yaitu Haji Mahmoddin tidak menyoblos partai pemerintah Orde Baru," tutur Firman.
Bukan hanya keluarga Mahfud MD yang fanatik NU. Tapi juga mertua Mahfud MD, yaitu KH Sya'roni Abdullah, juga sangat fanatik NU. Bahkan Kiai Sya’roni Abdullah adalah Ketua NU Semboro Jember Jawa Tmur.
Begitu juga ibu mertuanya. “Mertua perempuannya merupakan puteri kiai perintis dan pejuang NU di Semboro Jember, yaitu tokoh Pondok Pesantren Al- Ma'hadunnidzom Semboro,” tutur Firman Syah Ali.
Menurut dia, hampir semua pengurus NU di daerahnya masih kerabat mertua Mahfud MD. Mulai dari jajaran Syuriah NU, Muslimat NU, Fatayat NU hingga Ansor.
“Hampir semua masih keluarga Ponpes Al-Ma'hadunnidzom,” katanya.
Kini putera-puteri KH Sya'roni Abdullah juga banyak yang meneruskan perjuangan di NU. Antara lain KH Ahmad Ghufron (mantan Ketua PCNU Bekasi Jawa Barat) dan Nyai Hj Siti Mafrochatin Ni'mah SPd MM (Ketua PC Fatayat NU Banyuwangi dua periode).
Begitu putera-puteri dan keponakan Mahfud MD banyak yang meneruskan perjuangan kakeknya, H Mahmoddin. “dr M Ikhwan Zein, putera Mahfud MD yang saat ini aktif sebagai Pengurus Cabang Istimewa NU Belanda,” kata Firman.
Firman sendiri sekarang pengurus harian LP Ma'arif NU Jatim, Majelis Pakar IKA PMII Jatim, Pengurus Pusat Asosiasi Dosen Pergerakan IKA PMII dan pendiri Komite Olahraga Nahdlatul Ulama (KONU). (mma)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




