Lokasi pembakaran batok kelapa di Desa Guyung yang dikeluhkan warga karena menimbulkan polusi udara.
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Warga Desa Guyung, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, mengeluhkan asap tebal yang muncul dari tempat produksi arang berbahan batok kelapa. Warga protes karena selama belasan tahun mereka merasakan pekatnya asap yang berasal dari pembakaran batok kelapa.
Meski lokasi pembakaran tersebut berjarak sekira 2 kilometer, namun asapnya sampai ke permukiman warga. Menurut Ririn, salah satu warga Desa Guyung, asap tersebut menyelimuti permukiman sepanjang hari.
BACA JUGA:
- Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Galian C Ngawi
- Warga Rejomulyo Ngawi Keluhkan Bau Peternakan Ayam Petelur, Minta Perbaiki Pengelolaan Limbah
- Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Ngawi, Warga Panik Selamatkan Diri
- Gandeng Kejari, Pemkab Ngawi Perkuat Payung Hukum Program Strategis Daerah
Akibatnya, banyak warga yang sesak napas karena menghirup asap dari proses pembakaran batok kelapa. Terutama anak-anak.
"Biasanya sore sampai malam asapnya tebal. Anak saya sampai sesak napas dan itu hampir setiap hari," ujar Ririn.
Bahkan akibat tebalnya asap, jarak pandang hanya 5 meter saja.
Ririn berharap ada solusi dari pemerintah atas polusi udara yang dirasakan warga selama bertahun-tahun.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




