GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kian dekat coblosan Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024, tingkah laku calon legislatif (caleg) untuk DPRD Gresik, banyak yang lucu dan aneh-aneh. Ada caleg yang sengaja pergi dari Gresik. Ada yang bersembunyi. Motifnya antara lain, agar tak dimintai sumbangan oleh masyarakat, atau nyangoni masyarakat yang datang.
"Ada sejumlah caleg awal-awal sering kumpulkan kita untuk minta dukungan. Namun, akhir-akhir ini sulit ditemui," ucap salah satu warga Desa Randuagung kepada BANGSAONLINE.com, Sabtu (25/11/2023).
BACA JUGA:
- Kejari Gresik Tahan Pegawai DPUTR Tersangka Penganiayaan
- PDI Perjuangan Kota Pasuruan Targetkan 6 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
- Lantik Pengurus Anak Cabang se-Pasuruan Raya, Sekretaris DPD PDIP Jatim Singgung soal MBG
- Sekda Ikuti Launcing KDKMP secara Virtual, 126 Koperasi Merah Putih Gresik Siap Beroperasi
Menurut dia, caleg tersebut tiba-tiba sulit ditemui, dikarenakan takut dimintai sumbangan oleh masyarakat untuk kegiatan.
"Saya sendiri pernah dijanjikan caleg tersebut untuk sumbangan kegiatan, namun saat saat mau memberikan proposal, calegnya saya cari di poskonya maupun rumahnya tak pernah ketemu. Pokoknya menjadi sulit ditemui," ungkapnya.
Bahkan, ia mengaku pernah datang ke rumah caleg tersebut. Namun, keluarga caleg bilang tidak ada. Padahal tetangganya bilang orangnya ada di rumah. Ia mengaku heran dengan model caleg seperti ini. Belum jadi anggota DPRD sudah sulit ditemui.
Sementara itu, Noto Utomo, salah satu caleg DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Gresik mengakui, bahwa menjelang pencoblosan Pemilu 2024, masyarakat yang datang ke rumah, atau ingin ketemuan itu makin banyak. Dengan bermacam-macam tujuan. Ada yang ingin bersilaturahmi. Ada yang membawa proposal permintaan bantuan untuk kegiatan atau keperluan lain.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




