SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - KA Pandalungan (KA 75) rute Gambir-Jember anjlok di Emplasemen Stasiun Tanggulangin, Minggu (14/1/2024). Sebanyak 170 penumpang dinyatakan selamat dalam peristiwa itu.
Berdasarkan informasi yang diperoleh BANGSAONLINE.com, pada pukul 17.00 WIB evakuasi lokomotif menggunakan crane yang didatangkan dari Solo tengah berlangsung. Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, mengatakan bahwa pihaknya berupaya untuk mempercepat proses evakuasi pascaanjloknya KA Pandalungan.
Baca Juga: Gapeka 2025, Berikut Jadwal Keberangkatan dari Stasiun Kediri
"Berbagai daya dan upaya kami kerahkan untuk mempercepat proses evakuasi. Diantaranya, kami mendatangkan tim penolong dari Depo Sidotopo, Pasar Turi dan Malang," ujarnya.
Menurut Luqman, KA Jayabaya rute Malang-Pasar Senen terdampak. "KA Arjuno Ekspres relasi Surabaya Gubeng - Malang dibatalkan perjalanannya," ungkapnya.
Mengenai penyebab anjloknya KA, akan dilakukan penyelidikan oleh pihak terkait. Nantinya, KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) yang akan menyampaikan kepada masyarakat.
Baca Juga: Tingkatkan Keselamatan, KAI Ganti Rel Baru Sepanjang 495.562 Meter
"Nanti akan dilakukan penyelidikan secara menyeluruh," terangnya.
PT KAI menyediakan bus dari Stasiun Bangil dan Stasiun Sidoarjo untuk mengantar penumpang menuju stasiun pemberhentian selanjutnya, yakni bus dari Stasiun Bangil akan menuju Stasiun Surabaya, Mojokerto.
Sementara bus dari Stasiun Sidoarjo akan menuju Stasiun Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Klakah, dan Jember. Sebagai bentuk kompensasi atas keterlambatan kedatangan KA kepada penumpang, KAI memberikan service recovery berupa minuman, makan ringan hingga makanan berat, serta pembatalan perjalanan 100 persen bagi pelanggan KA yang terdampak.
Baca Juga: PT KAI Lanjutkan Uji Coba Kereta Baru di Jawa Barat
"KAI menyampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang tidak diinginkan oleh semua pihak tersebut. Kami dengan pihak-pihak terkait terus melakukan upaya evakuasi dan normalisasi jalur agar perjalanan kembali lancar," ucapnya.
Penumpang kereta, Farah mengatakan, saat kejadian dia berada di gerbong keempat dan sempat merasakan apa yang terjadi. Sehingga, membuatnya kaget.
"Saya dari Cikarang mau ke Bangil, Pasuruan," ujarnya.
Baca Juga: Pria Tewas Bersimbah Darah Gegerkan Warga Alana Regency Sidoarjo
Menurut perempuan berusia 48 tahun tersebut, saat kejadian dia sedang bersiap-siap akan turun dikarenakan tujuannya sudah dekat.
Mendapati suara dan hentakan dari kereta dia pun kaget, juga sempat bertanya-tanya. Ternyata setelah dicek kereta yang ditumpanginya anjlok.
"Saya pikir awalnya tabrakan, soalnya seperti terbentur gitu. Tapi tidak keras suaranya," imbuhnya.
Baca Juga: Awal Bulan Depan, KAI Gunakan Gapeka Baru
Hendak turun dari gerbong, para penumpang dibantu oleh warga sekitar untuk turun menggunakan tangga. "Tadi ada banyak ibu-ibu, mereka bantu membawa tangga agar penumpang bisa turun," jelasnya.
Namun, karena terlalu tinggi, akhirnya pegawai KAI mengimbau penumpang untuk turun melalui gerbong paling depan dan dibantu untuk proses turun. "Saya akan melanjutkan perjalanan naik Grab ke Bangil," pungkasnya. (cat/rus/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News