APK yang dipasang caleg dan parpol di sekitar Masjid Agung Gresik, Jalan Dr. Wahidin S.H., Kebomas. Foto: Ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Sejumlah calon legislatif (caleg) dari daerah pemilihan (dapil) Gresik dan Lamongan pada pemilu 2024 memilih menghentikan pemasangan alat peraga kampanye (APK) berupa banner maupun baliho.
Dari hasil evaluasi mereka, keberadaan APK tak banyak mendongkrak elektoral atau tingkat keterpilihan.
BACA JUGA:
- PDIP Jatim Belum Sampaikan 18 Nama Ketua PAC Terpilih se-Gresik, Sekretaris DPC: Rencana Bulan Ini
- Targetkan 9 Kursi di Pemilu 2029, Golkar Gresik Gencarkan Konsolidasi hingga Tingkat Desa
- Wadahi Kreativitas Gen Z, PDIP Gresik Sukses Gelar Barata Ngabuburit E-Sport Championship 2026
- Perkuat Sinergi Parpol-Ormas, PDIP Gresik Silaturahmi ke PCNU Salurkan 1.000 Sarung
"Padahal, biaya yang saya keluarkan untuk APK sangat besar," ucap salah satu caleg DPRD Jatim dapil 13 (Gresik dan Lamongan) kepada BANGSAONLINE.com, Sabtu (3/2/2024).
Caleg itu mengaku telah mencetak ribuan APK baik berupa banner, baliho, dan jenis lainnya untuk mengampanyekan diri pada masyarakat pemilih.
APK itu sebagian besar sudah dipasang di tepi jalan protokol kabupaten dan titik-titik desa sejak musim kampanye 28 November 2023. Nyatanya, APK tak banyak berpengaruh terhadap potensi raihan suara.
"Akhirnya kami memilih tak menyebarkan APK yang telah dicetak dengan menghabiskan uang ratusan juta. APK yang belum disebar, saya tumpuk saja di rumah dan posko," tuturnya.
Menurutnya, saat ini masyarakat lebih suka didatangi dan dimobilisasi oleh caleg langsung maupun tim dan relawan. Namun dengan dijanjikan sejumlah imbalan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




