Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Robby Setiabudi Madjid (tiga dari kanan) menunjukkan penghargaan National Lighthouse Industri 4.0 dari Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Ist.
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Petrokimia Gresik kembali menerima penghargaan. Kali ini berupa Anugerah National Lighthouse Industri 4.0 dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Robby Setiabudi Madjid di Jakarta, Rabu (21/2/2024).
BACA JUGA:
- Musim Tanam 2026: Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi
- Perkuat Regenerasi Petani dan Cetak Agripreneur, PG Beri Beasiswa 50 Siswa SMK Pertanian
- Hadapi Dinamika Global, Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur
- Dukung Pertumbuhan UMKM Warga Sekitar, Petrokimia Gresik Kembali Gelar Bazar Ramadhan Lontar 2026
Robby berterima kasih sekaligus bersyukur atas raihan penghargaan National Lighthouse Industri 4.0 dari Kemenperin kepada Petrokimia Gresik.
Ia menyebut penghargaan ini adalah bukti bahwa program transformasi industri 4.0 yang dijalankan perusahaan semakin baik dibandingkan sebelumnya yang baru memperoleh Champion INDI 4.0.
"Petrokimia Gresik mendapatkan penghargaan National Lighthouse Industri 4.0 karena dinilai Kemenperin, dalam hal ini melalui Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri, mampu menjadi role model bagi industri lain dalam journey transformasi dan implementasi industri 4.0 yang memberikan manfaat pada aspek finansial, operasional dan teknologi," ujar Robby di Gresik, Rabu (21/2/2024).
Ia menyampaikan, Petrokimia Gresik selama ini sudah memiliki wadah bagi karyawan yang ingin mengusulkan terobosan atau inovasi melalui rumah transformasi. Hal itu bertujuan mendukung keberhasilan transformasi industri 4.0.
Setiap karyawan yang memiliki ide transformasi industri 4.0 atau inovasi apapun dapat dioptimalkan maupun direalisasikan melalui rumah transformasi.
Robby menyampaikan, pelaksanaan dari transformasi industri 4.0 memberikan dampak positif terhadap finansial maupun operasional. Dari sisi pendapatan perusahaan terdapat peningkatan menjadi Rp26,6 triliun di tahun 2020; Rp28,9 triliun di tahun 2021, dan Rp39,4 triliun di tahun 2022.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




