Sandiaga Uno, Ketua Bappilu PPP. Foto: Detik.com
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Sandiaga Uno, Ketua Bappilu PPP berpeluang merapat ke kubu Prabowo-Gibran. Hal tersebut ia sampaikan saat berada di acara ‘Nemu Komunitas (NeTas)’ Kreatif Gorontalo di Roemah Marly, Siendeng, Hulonthalangi, Gorontalo, Selasa (27/2/2024).
Ia mengatakan saat ini fokus dari PPP adalah menjaga perhitungan suara hingga tingkat provinsi. Sandi meyakini suara PPP di atas ambang batas untuk masuk DPR.
BACA JUGA:
- Menyelamatkan NU, Merawat Rahim: Catatan Reflektif dari Halal Bihalal IKA PMII 2026
- Cak Imin Sebut Ketum PBNU Gagal, Jangan Diteruskan, Nusron: Aumni PMII seperti Tamu di PBNU
- Nusron Wahid: Empat Visi Presiden Bertumpu pada Pemanfaatan Tanah dan Tata Ruang yang Berkeadilan
- Kementerian ATR/BPN Jadi Satgas P2SP, Pastikan Program PSN Berjalan Efektif
"Suara PPP ini ada di atas ambang batas 4 persen tapi tipis sekali. Jadi kita melihat banyak pengurangan karena dari pengawalan dan juga dari pengamanan suara ini harus kita tingkatkan. Jadi saya sudah menugaskan dari Bappilu kepada seluruh kader untuk mengawal proses ini, jangan euforia dulu. Kita ini harus pastikan dulu," kata Sandiaga.
Selain itu, Sandiaga juga menyebut, PPP adalah titipan para kiai dan ulama dan setiap kader memiliki prinsip politik yang baik. Oleh sebab itu, PPP dipastikan lolos di ambang batas DPR, Ia mengatakan hal yang dibangun adalah persatuan.
"Jadi setelah kita lolos 4 persen, bagaimana ibadah kita ini untuk membangun ukhuwah, persatuan, ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah kita dan kita akan istiqamah sebagai partai pendukung pemerintah," kata Sandiaga.
Namun, ia menegaskan pengambilan keputusan ke depan harus sesuai dengan mekanisme partai. Namun, ia meyakini persatuan yang diperlukan karena tantangan Indonesia ke depan tidak mudah.
"Untuk ke depannya ini tentunya perlu dirumuskan dalam jenjang pengambilan keputusan sesuai dengan mekanisme partai dan tentunya juga pembicaraan dengan teman-teman dalam bingkai persatuan membangun bangsa," ungkap Sandiaga.
"Saya meyakini bahwa tantangan ke depan ini banyak sekali, ada perlambatan ekonomi, ada situasi geopolitik, ada harga-harga bahan pokok yang meningkat, PPP dan saya akan terus berjuang bersama rakyat. Membela kepentingan rakyat kecil, terutama sekarang yang ekonominya harus menghadapi harga-harga beras yang mahal, harga-harga bahan pokok yang meningkat," imbuhnya.






