Tampak atap dan dinding gedung yang sangat tidak layak untuk ditempati. (suwandi/BANGSAONLINE)
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sungguh tragis nasib siswa-siswa MI Tahzibul Fuad Desa Sucorejo, Kecamatan Jenu, Tuban. Sebab, mereka harus belajar di gedung yang kondisinya memprihatinkan. Telihat gedung tersebut atap-atapnya lubang, juga kondisi tembok yang mengelupas, retak dan bahkan pecah dengan panjang rata-rata 2 hingga 3 meter.
Saat BANGSAONLINE.com mendatangi madrasah tersebut, telihat raut wajah anak-anak yang tetap semangat mengikuti pembelajaran meskipun kondisi gedung rusak.
BACA JUGA:
- Kabel Fiber Optik Semrawut di Tuban, Dewan Dorong Perda Utilitas
- Siap Luaskan Pasar Global, SIG Rampungkan Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi di Tuban
- MA Islamiyah Senori Tuban Wisuda 167 Siswa Prodistik Hasil Kerja Sama dengan ITS
- Polres Tuban Tangani Dugaan Pencurian Patung Dewa di Kelenteng Kwan Sing Bio
“Gedung yang rusak ada 4 lokal mas, rusaknya mulai tahun 90-an, kalau gak salah persisnya tahun 92-nan dan sampai sekaarang belum ada renovasi,” ungkap Sakim (47) guru kelas 2 MI Tahzibul Fuad Desa Sucorejo, Jenu Tuban ketika ditemui BANGSAONLINE.com, Minggu (2/8).
Kondisi ini semakin parah saat musim hujan tiba. Sebab, atapnya bocor, sehingga air mudah masuk kedalam ruangan kelas. Sedangkan, saat musim kemarau kegiatan belajar juga terganggu. Karena debu dari kedua pabrik PT Semen Indonesia dan PT Holcim mengenai gedung dan terkadang masuk ke ruangan.
“Kalau musim kemarau gini ya mesti terkena debu, kasihan anak-anak pas waktu kegiatan belajar tiba-tiba terganggu karena debu itu,” bebernya.
Guru yang mengajar kelas II ini menyayangkan, bahwa sampai detik ini MI yang dijadikan tempat menyalurkan ilmu selama puluhan tahun itu belum bisa mendapat bantuan. Pasalnya, meski terletak di wilayah Ring 1 dan diapit dua perusahaan besar semen. Namun, tidak serta merta mendapatkan limpahan bantuan.
“Aneh sekali mas, masa Desa Glondong dibangunkan gedung baru dari semen, tetapi disini yang dekat dengan pelabuhan malah tidak diurusi,” keluhnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




