Warga Desa Tasikharjo mendapat pemeriksaan dari tim medis saat berada di tenda pengungsian.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Meski sudah kembali ke rumah masing-masing dari tempat pengungsian, namun hingga kini warga Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, masih khawatir peristiwa bocornya tangki BBM Pertamina terjadi lagi.
Kekhawatiran itu diungkapkan Kades Tasikharjo, Damuri. "Warga masih was-was dan khawatir muncul bau gas lagi saat malam hari atau jam tidur," ujar Damuri saat dikonfirmasi wartawan.
BACA JUGA:
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Berawal dari Facebook, Pasangan Paruh Baya ini Resmi Menikah di Nikah Massal Tuban
- Pertamina Tambah Penyaluran LPG Subsidi di Seluruh Wilayah
Tasikharjo merupakan desa yang paling dekat dengan perusahaan distribusi BBM milik Pertamina. Untuk itu, Damuri meminta agar Pertamina segera menangani secara permanen kebocoran agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali.
"Kami juga belum mendapat informasi detail dari Fuel Terminal (FT) Tuban PT. Pertamina terkait penyebab kebocoran bahan bakar minyak tersebut," ungkap Damuri.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPBD Tuban, Sudarmaji, menyampaikan akibat kebocoran tangki minyak tersebut ada 5 warga yang dilarikan ke Puskemas Jenu. Mereka berasal dari Desa Tasikharjo dan Desa Remen.
"Ada 5 orang, 3 orang sudah lepas oksigen dan 2 orang lagi masih memerlukan bantuan oksigen," ucap Sudarmaji.
Sementara itu, Area Manager Comm, Rel, dan CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan Pertamina FT Tuban telah gerak cepat menangani oil spill yang terjadi pada Senin dini hari pukul 02.00 WIB.
Diketahui, salah satu tangki yang mengalami oil spill ialah produk Pertamax.
Menurutnya, masalah tersebut bisa ditangani dengan cepat karena Fuel Terminal Tuban memiliki sistem auto protection untuk melokalisir oil spill di dalam area sekitar tangki.
"Penanganan dilakukan dengan mengerahkan vacuum truck dan oil absorbant," kata Ahad.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




