BMKG Juanda
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sudah seperti jadi tradisi tahunan. Di Indonesia termasuk Jawa Timur merasakan fenomena bediding di tengah musim kemarau.
Bediding dalam bahasa Jawa bedhidhing, adalah istilah untuk menyebut perubahan suhu yang mencolok khususnya di awal musim kemarau.
BACA JUGA:
- BREAKING NEWS! Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Malang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
Suhu udara menjadi sangat dingin menjelang malam hingga pagi, sementara di siang hari suhu melonjak hingga panas menyengat.
Melansir BMKG, fenomena suhu udara dingin sebetulnya merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau (Juli - September).
Fenomena ini menghadirkan suhu dingin yang tidak biasa, bahkan terasa lebih dingin dibandingkan saat musim hujan. Fenomena ini biasanya dipicu oleh beberapa faktor, seperti:
Posisi Matahari: Pada periode tersebut, posisi matahari berada di titik terjauh di sebelah utara garis khatulistiwa.
Hal ini menyebabkan belahan bumi selatan, termasuk Indonesia, menerima paparan sinar matahari yang lebih sedikit, sehingga suhu menjadi lebih dingin.
Angin Muson Australia: Angin muson Australia yang kering dan dingin bertiup ke wilayah Indonesia, membawa massa udara dingin yang menurunkan suhu.
Perubahan Tekanan Udara: Perbedaan tekanan udara antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik menyebabkan pergerakan massa udara dingin ke daratan, sehingga suhu di daratan menjadi lebih rendah.
Untuk mengantisipasi dampak fenomena bediding, masyarakat diimbau untuk:
Menjaga Kesehatan: Dengan cara mengonsumsi makanan bergizi, minum air putih yang cukup, dan istirahat yang cukup.
Memakai Pakaian Hangat: Seperti jaket, syal, dan topi, untuk melindungi diri dari suhu dingin.
Meningkatkan Kewaspadaan: Terutama terhadap potensi kecelakaan lalu lintas akibat kabut yang sering terjadi di pagi hari.
Fenomena bediding merupakan fenomena alam yang wajar terjadi dan akan kembali normal seiring dengan pergerakan musim. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




