Calon Bupati Kediri nomor urut 2 Hanindhito Himawan Pramana saat berkampanye di Desa Wonorejo, Kecamatan Wates
“Seperti ibunya (Febri) yang sudah bekerja belasan tahun mendidik calon penerus bangsa ini yang harus dipikirkan, ini yang harus diselesaikan,” tuturnya.
Di Kabupaten Kediri, hingga 2024 ini setidaknya ada sekitar 2.185 guru yang telah diangkat menjadi P3K. Dari jumlah itu, masih ada ribuan guru lagi yang sudah terdaftar di Dapodik belum masuk P3K dan tercatat sebagai penerima insentif dari Pemerintah Kabupaten Kediri.
“Di data kami ada 6400 yang masih belum (P3K) baik itu swasta maupun yang masuk dalam Dinas pendirikan. Untuk mengangkat 6400 itu kalau saya buat simulasi ketemu angka Rp610 sampai 620 miliar (anggaran yang dibutuhkan) untuk mengangkat guru ini menjadi guru P3K,” bebernya.
Untuk mengangkat para guru honorer menjadi P3K itu, diterangkan Mas Dhito, tidak bisa dilakukan secara langsung karena menyalahi aturan.
Menjadi komitmennya jika nantinya kembali mendapatkan amanat rakyat untuk memimpin di periode kedua, Mas Dhito akan meminta ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) supaya formasi P3K bisa lebih banyak.
Pasalnya jumlah formasi yang diterima saat ini dinilai masih terbatas sehingga belum bisa melakukan percepatan pengangkatan guru honorer itu menjadi P3K. Mas Dhito pun meyakini dalam lima tahun kedepan persoalan guru honorer itu dapat terselesaikan.
“Bahwa persoalan guru honorer ini persoalan yang akan kita selesaikan secara bertahap,” tandasnya. (uji/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




