Petugas yang berada di pintu masuk melarang puluhan wartawan untuk masuk ke Stadion Gelora Bangkalan untuk meliput POPDA XIV dan PAPERDA II Jawa Timur
"Bangkalan sebagai tuan rumah, perlu media lokal memberitakan secara maksimal. Bagaimana, bisa menginformasikan atau memberitakan kegiatan, kalau panitia arogan, melarang masuk ke area OC, padahal momen OC sangat penting, bagi para jurnalis Bangkalan," ungkapnya saat bersama wartawan.
Dalih panitia yang melarang wartawan dan undangan masuk ke lokasi dikarenakan kapasitas lapangan SGB sudah penuh.
Salah seorang tamu undangan yang ada di dalam lokasi menginformasikan jika masih banyak kursi untuk tamu undangan yang kosong.
"Di dalam banyak kursi kosong," ujar salah satu tamu undangan yang enggan disebut namanya.
Sementara itu, Mahmudi menuding jika pelarangan bagi awak media masuk ke lapangan SGB merupakan sebuah kesengajaan.
"Jika saya tidak masuk tidak apa -apa, yang penting adalah wartawan. Agar wartawan Bangkalan, bisa menyebarkan kegiatan Popda dari pembukaan hingga penutupan nanti, jangan sampai kegiatan super akbar ini di cedera karena hal hal kecil. Mungkin, ini bisa bagian sabotase, dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin menggagalkan kegiatan Popda di Bangkalan," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa jika wartawan diperbolehkan masuk, bisa diatur agar lebih fleksibel. Karena dalam tugasnya wartawan tidak membutuhkan kursi untuk meliput.
Sebagai kekecewaan para awak media Bangkalan, para jurnalis membakar ID Card dan kaos POPDA XIV dan PAPERDA II Jawa Timur.(uzi/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




