Anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama dan LPPD Jatim diskusi tentang Pergub Pesantren yang diinisiasi di era Gubernur Khofifah
Ning Lia juga menyebut Pergub Pesantren sebagai tonggak terbentuknya kolaborasi multi pihak dalam menguatkan eksistensi di Jawa Timur.
“Dalam Pergub tersebut, dijelaskan bahwa perencanaan fasilitasi pengembangan pesantren yang disusun oleh biro urusan kesejahteraan rakyat memperhatikan masukan dari pemerintah kabupaten/kota di daerah, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, ormas, perguruan tinggi, serta unsur pesantren. Maka ini stimulus kolaborasi multi pihak," ucapnya
“Tentunya, pesantren pun terstimulus untuk terus memperbaiki dan melengkapi keperluan administratif agar memenuhi unsur fasilitasi program,” tandasnya.
Keponakan Gubernur Jatim 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa itu juga mengapresiasi Program OPOP (One Pesantren One Product) Jawa Timur.
“Harus diapresiasi, bahwa OPOP Jatim sangat efektif membentuk pesantrenpreneur, santripreneur, dan sosiopreneur. Ini harus didukung bersama agar eksistensi pesantren semakin inventif dan adaptif yaitu membentuk santri yang berdaya saing, terutama dalam sektor ekonomi produktif,” pungkasnya.(mdr/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




