Ditambahkan Iksan, kalau memang ada investor yang jelas, maka harusnya mereka terbuka pada warga, tidak ditutupi seperti sekarang. "Untuk itu, kami akan tetap menolak rencana modernisasi itu, sampai ada kejelasan dan kepastian siapa investornya termasuk harga stand yang baru," tukasnya.
Para pedagang di Pasar LKMK Wonorejo juga mengaku keberatan dengan uang muka kredit stand yang sudah dipastikan besarnya, 30% dari jumlah nilai kredit yang harus ditanggung setiap pedagang yang akan membeli stand baru.
"Ini gak wajar, harusnya kredit itu dihitung dari harga pokok bukan harga kredit, ini sangat tidak masuk akal dan memberatkan kami," tegas Iksan.
Sementara Haji Saifi dan Mutholib yang menjadi penggerak rencana modernisasi Pasar LKMK Wonorejo sampai sekarang tidak bisa ditemui. Bahkan beberapa kali dikontak, ponselnya tidak menjawab.
Dari pantauan di rumah Haji Saifi yang ada di kawasan Wonorejo, Rungkut, sekitar 100 meter dari lokasi pasar, hanya terlihat banner-banner yang dipasang di pagar rumah, bergambar rencana modernisasi Pasar LKMK, Wonorejo, Rungkut, Surabaya dan tidak ada aktifitas.
Rencananya, Pasar LKMK Wonorejo, Rungkut, Surabaya akan dibangun 2 lantai dan akan ditempati maksimal 80 pedagang yang sudah lama beraktifitas di dalam pasar tradisional. (yul/dur)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




