SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Syekh Assayyid Prof Dr Muhammad Fadhil Al Jailani kembali mengisi Kajian Tafsir Al Jailani di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (13/12/2024) malam.
Cicit Syekh Abdul Qadir Al Jailani tersebut rutin dua kali sebulan memberikan siraman ilmu tentang tafsir Al Jailani pada warga masyarakat Jawa Timur baik on line maupun offline.
BACA JUGA:
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
- Khofifah Pantau Stok Bahan Pokok di Pasar Bojonegoro, Sejumlah Komoditas Terpantau Naik
Dalam kajiannya malam ini Syekh Fadhil menegaskan bahwa Syekh Abdul Qadir Jailani dalam memulai tafsir Alquran ini selalu menafsirkan Al quran dengan Al quran, kemudian Al quran dengan hadist.
“Maka dari itu sejak permulaan pelajaran tafsir ini tidak ada bandingannya maupun kesamaannya dengan tafsir tafsir yang lain,” kata Syekh Fadhil.
Lebih lanjut Syekh Fadhil kemudian membedah ayat Al Quran dalam kitab tafsir Al Jailani bahwa barang siapa yang di dunia ini beriman kepada Allah, beriman pada Rasulullah, beriman pada datangnya hari pembalasan, kemudian banyak melakukan amal shaleh, tidak ada rasa sedih di hari kiamat.
“Syekh Abdul Qadir Jailani dalam tafsirnya menjelaskan tentang orang yang beramal sholeh. Adalah orang yang mengamalkan sesuai dengan yang diperintahkan Allah dan dilakukan dengan ikhlas karena Allah dan terjauh dari keadaan riya’ dari amal yang dilakukan,” tegasnya.

“Dan barang siapa beriman pada Allah dan hari akhir kemudian beramal shaleh, mereka mengetahui mereka akan mendapatkan pahala dari Tuhannya. Mereka tidak ada rasa takut pada mereka di hari kiamat juga tidak ada kesedihan pada mereka,” imbuhnya.
Di sisi lain, di kesempatan ini Syekh Fadhil juga menyampaikan apresiasi dan pujiannya untuk Khofifah. Yang menurutnya memiliki ketulusan dan keikhlasan dalam memperhatikan anak anak yatim dan fuqara.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




