Ruang privat di kantor KONI Probolinggo
PROBOLINGGO,BANGSAONLINE.com - Ada yang menarik saat Komisi I DPRD Kota Probolinggo melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di kantor KONI di Jalan Mastrip.
Para anggota dewan itu kaget saat menemukan sebuah ruangan privat yang tidak bisa diakses orang lain.
BACA JUGA:
- Spa di HR Muhammad Diduga Pekerjakan Remaja di Bawah Umur, Kasatpol PP Surabaya Buka Suara
- Wakil Ketua DPRD Kota Batu Soroti Lapak PKL di Alun-Alun, Jalan Umum Berubah Jadi Pasar
- Mega Guntara Terpilih Aklamasi Pimpin PMI Kota Probolinggo Periode 2026-2031
- DPRD Surabaya dan PCNU Bahas Aspirasi Warga hingga Usulan Nama Jalan Pendiri NU
Ruangan itu berada di balik ruang transit yang berada di sebelah sisi timur. Di dalam ruangan itu terdapat meja bilyar dengan fasilitas kamar mandi sekelas hotel berbintang.
Anehnya, kunci pintu keluar di sebelah sisi timur itu tidak diketahui siapa yang pegang. Bahkan beberapa karyawan KONI saat ditanya mengaku tidak tahu.
"Lalu siapa yang pegang kuncinya?," sergah Wakil Ketua Komisi I, Amir Mahmud, Jumat (27/12/2024).
Saat dilakukan sidak, beberapa karyawan KONI sempat kebingungan. Mereka mengaku tidak tahu siapa yang pegang kunci pintunya.
"Kalau memang pintu ini tidak berfungsi sebaiknya ditembok saja," kata Amir Mahmud lagi.
Ketua Bidang Organisasi KONI Kota Probolinggo, Mujiono saat dimintai komentarnya juga mengaku tidak tahu.

"Saya juga tidak tahu siapa yang pegang kuncinya," kilahnya.
Menurutnya, Plt KONI Kota Probolinggo, Imanto dan beberapa pengurus lainnya sedang ada kunjungan ke KONI Jawa Timur.
Salah seorang anggota Komisi I, Saiful Rohman mengatakan, di ruangan transit tak hanya ditemukan ruang privat, tetapi juga ada sebuah ruangan yang terdapat rak-rak lemari yang peruntukannya untuk memajang piala para atlet.
Namun, ironisnya rak lemari tersebut terlihat kosong. Tak satu pun piala atlet yang terpajang disana.
"Ruangan ini hampir tidak berfungsi, lalu apa gunanya. Padahal untuk membangun ruangan ini anggarannya tidak sedikit. Apalagi keberadaan ruangan ini hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu saja,," katanya.
Politisi dari partai PKS itu minta agar ruangan itu bisa difungsikan sebagaimana mestinya. Usai menyidak kantor KONI, Komisi I lalu melakukan sidak ke Gladak Serang (Glaser).
Sekretaris Komisi I, Zainul Fathoni mengatakan, sidak di Glaser itu dilakukan karena banyak laporan jalan tembus menuju Taman Maramis digunakan tempat miras anak-anak muda yang meresahkan warga sekitar. (ugi/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




