foto: ist.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Khofifah Indar Parawansa menyebut peringatan Hari Braille (tunanetra) Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan hak-hak dan kebutuhan penyandang disabilitas netra.
Oleh karenanya, penting meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang tunanetra di berbagai bidang, termasuk pendidikan, pekerjaan, dan teknologi.
BACA JUGA:
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
- Salurkan Rp1,8 Miliar, Khofifah Serahkan Bansos dan Tali Asih Pilar Sosial di Kota Kediri
- Genjot Produktivitas Tebu, Khofifah Pimpin Tanam Perdana Bongkar Ratoon di Kediri
Hal itu disampaikan Khofifah bertepatan dengan Hari Braille Sedunia, yakni tanggal 4 Januari untuk menghormati kelahiran penemu Braille, yakni Louis Braille, seorang pencipta tulisan braille yang digunakan oleh orang-orang dengan disabilitas netra.
Khofifah sangat mengapresiasi peran teknologi braille, karena membantu disabilitas netra untuk mengakses informasi dan pendidikan.
"Fokusnya adalah memastikan inklusivitas dan pemberdayaan yang lebih luas, sehingga disabilitas netra dapat berkontribusi secara maksimal dalam kehidupan sosial dan ekonomi," kata Khofifah, Sabtu (4/1/2025).
Menurutnya, inisiatif seperti penyediaan fasilitas umum yang ramah disabilitas, pelatihan keterampilan, dan program literasi digital berbasis braille perlu ditingkatkan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




