Khofifah Indar Parawansa. Foto: Humas Pemprov Jatim
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Inilah sejarah yang belum pernah terungkap ke publik atau khalayak. Ternyata KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah membuat surat pengunduran diri dari Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Surat pengunduran diri itu dibuat tak lama setelah Gus Dur dilengserkan dari kursi presiden oleh MPR RI. Tepatnya, saat Gus Dur mau berangkat ke Amerika Serikat (AS).
Tapi surat itu dibakar oleh Khofifah Indar Parawansa.
BACA JUGA:
- Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Khofifah Apresiasi Paskibra Bersatu Lintas Jenjang
- BSPS di Jatim Melonjak Jadi 33 Ribu Unit, Menteri PKP Dorong Dampak Ekonomi Luas
- Hardiknas 2026: Gubernur Khofifah Tegaskan Jawa Timur Jadi Barometer Pendidikan Nasional
- Anggota Fraksi PKB Dimas Ajak Pemuda Gresik Melek Kebutuhan Industri
“Surat itu saya bakar,” ungkap Khofifah Indar Parawansa dalam acara Podcast Ruang Sahabat bersama Prof Dr Mahfud MD. Podcast itu bertajuk “2 Anak Ideologis Gus Dur Saling Menghargai Meski Beda Pilihan Politik”.
“Demi kebaikan semuanya saya minta korek api, surat itu saya bakar,” jelas Khofifah.
Debu kertas yang dibakar itu oleh Khofifah kemudian ditaruh di vas bunga sambil dicampur dengan tanah.
Menurut Khofifah, selama ini peristiwa itu belum pernah dia ungkap di forum atau khalayak manapun.
Mengapa Khofifah membakar surat pengunduran diri Gus Dur? Khofifah khawatir surat itu tersiar ke public. Menurut Khofifah, jika surat pengunduran diri Gus Dur saat itu sampai tersiar ke masyarakat, maka PKB akan bubar.
“Kalau itu sampai tersiar, bubar PKB, ” kata Khofifah yang kini terpilih kembali sebagai Gubernur Jawa Timur.
Alasan Khofifah sangat mendasar. “Di kontruksi (kepemimpinan) PKB itu Ketua Dewan Syuro penguasa tertinggi. Karena Gus Dur, kalau saya menyebut, bukan hanya founder (pendiri) tapi juga owner (pemilik). Kalau Gus Dur (saat itu) mundur PKB bubar,” tegas ketua umum PP Muslimat NU itu..
“Bubar itu partai, ini kan gak ada payungnya,” terang Khofifah. “Karena itu surat pengunduran diri itu saya bakar,” tambah Khofifah sembari mengatakan bahwa tindakan membakar surat itu untuk kebaikan bersama.
Khofifah bercerita bahwa peristiwa itu terjadi saat ia mengantar pemberangkatan Gus Dur ke Amerika Serikat. Setelah Gus Dur dilengserkan dari kursi presiden oleh MPR RI.






