Komisi I DPRD Bangkalan saat rapat dengan Satpol PP terkait rencana penutupan warung di Lingkungan SGB, Rabu (15/1/2025).
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Komisi I DPRD Bangkalan merekomendasikan penutupan PKL dan warung yang ada di area Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Sebab, selain tidak sesuai peruntukannya, warung-warung tersebut melanggar peraturan.
Bahkan, telah menjadi transit pekerja sek komersial (PSK) dan menjadi lokasi esek-esek terselubung. Warung-warung itu juga sedang menjadi sorotan masyarakat setelah terjadinya tragedi pembacokan pada Jumat (10/1/2025) lalu.
BACA JUGA:
- Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Apresiasi Pemkab Lakukan Sidak Pajak Restoran
- Pemkab Bangkalan Gelar Jambore BUMDesa 2026, Strategi Produk Desa Tembus Pasar Modern
- Musrembang RKPD 2027 Bangkalan, Kepala Bappeda Jatim Minta Berdampak dan Selaras Program Nasional
- Pemkab Bangkalan Instruksikan ASN Ngantor Pakai Sepeda, Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah
Hal itu disampaikan Fadhur Rozi, Ketua Komisi I DPRD Bangkalan, saat rapat dengan Satpol PP, Rabu (15/1/2024), menindaklanjuti insiden pembacokan di area SGB.
"Dengan kejadian tersebut (pembacokan) perlu dilakukan evaluasi dan kemungkinan bisa ditutup," ujar Fadhur Rozi kepada awak media, usai rapat.
"Kita memanggil Satpol PP hari ini menindaklanjuti kejadian yang terjadi Jumat (10/1/2025) malam kemarin. Artinya, kami menilai aktivitas yang terjadi di sekitar stadion itu memang problemnya cukup kompleks," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Fadhur Rozi, area SGB sudah berubah menjadi transit PSK. Para wanita tuna susila mangkal di warung-warung untuk transaksi dengan para pria hidung belang, kemudian eksekusinya di tempat berbeda.






