Pemberian premi secara simbolis kepada salah satu WBP yang akan keluar dari Lapas
KOTA MADIUN, BANGSAONLINE.com – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti program pembinaan di Lapas Pemuda Kelas II A Madiun sebelum kembali ke masyarakat.
Hal ini merupakan upaya mendukung reintegrasi sosial WBP untuk memulai kehiudpan baru setelah menjalani masa hukuman.
BACA JUGA:
- Kondisi Membaik, Pasien JKN Tetap Perlu Jalani Kontrol untuk Pantau Pemulihan
- MAN 2 Kota Madiun Tawarkan SKS dan Beragam Jurusan
- KAI Daop 7 Madiun dan Bank Jatim Jalin Kerja Sama, Optimalisasi Layanan dan Aset
- Gubernur Khofifah Tinjau Proses Ambil Pin dan Verifikasi Data Calon Murid di 2 Sekolah Madiun
Para WBP dilatih beberapa keterampilan. Seperti pertanian, perikanan, perkayuan, penjahitan, laundry, barbershop dan pelatihan keahlian lainnya yang berguna untuk kehidupan di luar lembaga pemasyarakatan.
Usai mengikuti Program Pembinaan Kemandirian, para WBP yang akan bebas mendapat penghargaan dari Lapas Kelas II A Madiun berupa premi.
Pemberian premi ini dilakukan sesuai dengan arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas).
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo, menyampaikan, pemberian premi ini bertujuan untuk memberikan modal awal kepada para warga binaan yang telah berjuang untuk mengubah hidup mereka.
“Premi ini merupakan bentuk penghargaan atas usaha dan komitmen warga binaan yang telah berhasil mengikuti program pembinaan. Kami berharap mereka bisa memanfaatkan dana tersebut untuk memulai kehidupan yang lebih baik dan mandiri," kataWahyu, Kamis (13/02/2025)
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




