Para peserta rapat pembentukan JKSN dipimpin Untung Surapati di Palangka Raya Kalimantan Tengah, Kamis (13/2/2025) malam. Foto: mma/bangsaonline
PALANGKA RAYA, BANGSAONLINE.com – Ketua Umum Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim terus melakukan perluasan organisasi yang dipimpinnya. Kali ini pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah itu membentuk kepengurusan JKSN tingkat provinsi di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Rapat pembentukan pengurus JKSN Kalteng itu dilakukan di kediaman Hajjah Ramnah, Bendahara Pengurus Wilayah (PW) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kalteng di Palangka Raya Kalteng, Kamis (13/2/2025) malam.
BACA JUGA:
- Luar Biasa! 318 Santri Amantul Ummah Lolos UTBK-SNBT, Banyak yang Hafal Quran
- Amirulhaj Prof Kiai Asep: Wukuf di Arafah Waktu Mustajab, Malaikat juga Ikut Mintakan Ampunan
- Amanatul Ummah Terima Sapi Kurban Presiden, Wapres, Gubernur, Wagub, Sekda, PAN, BPN, & Wali Santri
- Amirulhaj Tinjau Adahi, Kiai Asep Pastikan Penyembelihan Dam Jemaah Haji Sah Secara Syariah
JKSN adalah organisasi sosial keagamaan yang pengurus dan anggotanya mayoritas para kiai dan santri dari berbagai pondok pesantren seluruh Indonesia.
Rapat pembentukan pengurus baru itu dipimpin Dr Fadly Usman dan Untung Surapati.
Hadir dalam acara itu Kolonel Nahrowi dan Habib Hasan Mulahela.
“Dari semua yang hadir sudah sepakat untuk menjadi pengurus JKSN Kalteng,” kata Untung Surapati yang Ketua PW Perguru Kalteng.
Fadly Usman memang memberi deadline cepat terhadap siapa saja yang bersedia menjadi pengurus.
“Saya tunggu besok sudah ada nama-nama calon pengurus,” kata Fadly Usman yang Wakil Ketua Umum PP Pergunu.
Sementara Dr Aris Adi Leksono dalam pengarahannya mengungkapkan tentang pentingya JKSN. Menurut dia, JKSN merupakan ladang pengabdian baru terhadap Indonesia. Karena dengan JKSN kita bisa satu komando dalam segala lini dengan Kiai Asep Saifuddin Chalim secara nasional. Sehingga kita bisa berbuat maksimal untuk bangsa dan negara.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




