Foto: Freepik
Kehilangan darah yang banyak saat menstruasi dapat menyebabkan anemia sehingga tubuh kekurangan sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh, yang bisa memicu pusing.
Dehidrasi
Perubahan hormon saat menstruasi dapat memengaruhi kadar cairan dalam tubuh, meningkatkan risiko dehidrasi. Dehidrasi dapat menyebabkan tekanan darah menurun, yang mengakibatkan pusing.
Sindrom Syok Toksik (Toxic Shock Syndrome/TSS)
Meskipun jarang, sindrom syok toksik adalah kondisi serius yang bisa terjadi jika tampon dibiarkan terlalu lama dalam tubuh. Pusing bisa menjadi gejala awal dari kondisi ini, yang sering disertai demam tinggi, nyeri tenggorokan, peradangan mata, dan gangguan pencernaan.
Sebelum haid, pusing bisa disebabkan oleh PMS atau PMDD, sedangkan setelahnya, tubuh masih dalam proses memproduksi kembali sel darah merah yang hilang.
Namun, jika rasa pusing berlangsung lama atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (mg3)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




