
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Polres Gresik banyak mendapatkan aduan masyarakat terkait bermain petasan, sound horeg, perang sarung serta kawanan remaja hendak tawuran di bulan suci Ramadan 1446 H.
Atas aduan itu, Polres Gresik akan menindak tegas terhadap aktivitas masyarakat yang dapat mengganggu Kamtibmas dan kekhusukan masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan.
"Terhadap banyaknya aduan masyarakat mulai dari bermain petasan, sound horeg, perang sarung atau hendak tawuran atau kegiatan apapun yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat di bulan suci Ramadan ini akan ditindak tegas. Hal ini guna menjaga ketertiban dan ketenangan di bulan suci Ramadan," ucap Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, Minggu (2/3/2025).
Disampaikan Kapolres, pihaknya telah menerjunkan Tim Raimas Kalamunyeng Sat Samapta untuk gencarkan patroli di bulan Ramadan.
"Kegiatan patroli rutin oleh Tim Raimas Kalamunyeng akan selalu hadir untuk menjaga ketertiban masyarakat," tandasnya.
Ia mengimbau kepada orang tua agar menjaga dan mengawasi anaknya agar tidak ikut dalam aktivitas yang meresahkan masyarakat.
"Kami berharap orang tua dapat menjaga dan memantau anak-anaknya agar tidak ikut dalam kegiatan yang meresahkan masyarakat," pintanya.
Kapolres menguraikan, Tim Raimas Kalam Munyeng telah menyambangi sejumlah kawasan yang kerap digunakan anak-anak muda berkumpul.
Di antaranya, Terowongan Gresik Kota Baru atau GKB di sekitar bundaran GKB. Di lokasi ini petugas berdialog dengan warga yang masih berkumpul hingga larut malam.
"Petugas memberikan imbauan agar segera kembali ke rumah, petugas juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap tindak kejahatan seperti pencurian, perampokan, dan aksi geng motor menjelang waktu sahur," tuturnya.
Kemudian, tim patroli bergerak ke sepanjang Jalan Kawasan Industri Gresik atau KIG. Di area ini, petugas mengamankan enam remaja yang diduga hendak melakukan tawuran.
Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan sejumlah barang bukti berupa cambuk (pecut), petasan, serta sarung yang dimodifikasi yang ujungnya dikasih pemberat.
"Para remaja langsung kami amankan untuk diberikan pembinaan lebih lanjut," jelasnya.
Kapolres berujar, pihaknya akan menindak tegas segala bentuk aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat selama Ramadan.
Mulai dari bermain petasan, menggunakan sound dengan volume berlebihan (sound horeg), hingga aksi tawuran dan perang sarung.
Langkah ini sebagai bentuk komitmen Polres Gresik menjaga keamanan dan ketertiban agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusuk.
"Kami berharap peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam kegiatan yang meresahkan. Jika masyarakat menemukan atau mengetahui adanya tindak kejahatan atau gangguan kamtibmas, segera laporkan ke pihak kepolisian atau melalui hotline Lapor Kapolres," ujarnya.
Keenam remaja yang telah diamankan tambah Kapolres telah diberikan hukuman sosial dengan membersihkan masjid.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kepedulian terhadap lingkungan.
"Patroli Raimas Kalam Munyeng Sat Samapta Polres Gresik akan terus digiatkan selama bulan Ramadan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat," pungkasnya. (hud/van)