Aris Adi Leksono.
Salah satu langkah tepat untuk menjawab situasi anak tersebut, adalah menjadikan Ramadhan sebagai momentum membangun gerakan ramah anak, terutama dalam upaya pemenuhan hak anak.
Karena dengan terpenuhi hak anak, maka anak akan tumbuh kembang dengan mental yang sehat, terhindar dari perilaku menyimpang, dan lingkungan kekerasan. Gerakan Ramadhan ramah anak bisa diwujudkan dalam optimalisasi pemenuhan hak pengasuhan, pendidikan, dan kesejahteraan.
Ramadhan bisa menjadi momentum yang baik untuk optimalisasi hak pengasuhan anak dalam berbagai aspek, antara lain; Pertama, peningkatan kualitas waktu bersama: Selama bulan Ramadhan, keluarga seringkali memiliki lebih banyak waktu untuk berkumpul, terutama saat sahur dan berbuka puasa. Ini adalah kesempatan untuk memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
Kedua, pendidikan dan pembentukan karakter: Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mendidik anak tentang nilai-nilai keagamaan, seperti sabar, empati, dan berbagi. Orang tua dapat mengajarkan anak-anak tentang makna puasa dan pentingnya berbuat baik.
Ketiga, kegiatan sosial dan pengasuhan: Mengajak anak untuk terlibat dalam kegiatan sosial seperti berbagi makanan kepada yang membutuhkan bisa mengajarkan mereka tentang kepedulian dan tanggung jawab sosial.
Keempat, dukungan emosional: Ramadhan juga bisa menjadi waktu untuk memberikan dukungan emosional kepada anak-anak, terutama dalam memahami pentingnya toleransi dan saling menghormati antar sesama.
Kelima, membangun rutinitas sehat: Kebiasaan baik, seperti tidur yang cukup, pola makan sehat, dan aktivitas fisik, dapat ditanamkan selama bulan Ramadhan dan berlanjut setelahnya. Ini penting untuk perkembangan fisik dan mental anak.
Keenam membangun kemandirian: Selama Ramadhan, anak-anak dapat diajarkan untuk membuat pilihan sendiri, seperti kapan mereka ingin belajar tentang nilai-nilai puasa dan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan.
Dengan mayoritas pendududuk muslim beikhtiar mememuhi hak-hak tersebut selama momen Ramadhan, diharapkan tumbuh self control dan mental yang sehat pada diri anak, sehingga akan terwujud pribadi anak yang berkarakter, berakhlak mulia, terhindar dari pengaruh pergaulan negatif, serta mampu membatasi aktfikatas dirinya dengan dunia digital secara porporsional.
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan,
Semoga dapat menghatarkan pribadi dan keluarga yang ramah anak.
Penulis adalah Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Sekjend Pimpinan Pusat Persatuan Guru NU
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




