Konferensi pers terkait layanan JKN saat libur Lebaran tahun ini yang digelar BPJS Kesehatan.
"Tentunya peserta JKN harus tetap memastikan status kepesertaan JKN harus aktif. Jika status kepesertaan JKN-nya tidak aktif karena adanya tunggakan iuran, peserta diharapkan untuk melunasi tunggakan tersebut. Apabila peserta merasa berat untuk melunasi tunggakan sekaligus, peserta bisa memanfaatkan Program New Rencana Pembayaran Bertahap BPJS Kesehatan (REHAB) 2.0 yang terdapat di Aplikasi Mobile JKN. Selain itu, BPJS Kesehatan juga telah bekerjasama dengan satu juta kanal pembayaran yang memudahkan peserta dalam melakukan pembayaran iuran JKN," ucap Fery.
Dalam mengantisipasi arus mudik yang tinggi, BPJS Kesehatan juga telah menyiapkan Posko Mudik di 7 titik dan satu titik Posko Arus Balik padat pemudik. Posko ini tidak hanya memberikan pelayanan kepesertaan JKN, tetapi juga siap menangani keadaan darurat dengan menyediakan obat-obatan dan rujukan medis apabila diperlukan.
Adapun titik posko yang dihadirkan BPJS Kesehatan pada masa libur lebaran yaitu Terminal Pulo Gebang Jakarta, Rest Area Tol Ungaran Km 429, Terminal Purabaya Sidoarjo, Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Pelabuhan Merak Banten, Rest Area Tol Cipularang Km 88A Purwakarta, Rest Area Tol Cipali Km 166A Majalengka dan Posko Arus Balik terdapat di Rest Area Tol Cipali Km 164B Majalengka.
"Harapannya, komitmen yang ditunjukkan BPJS Kesehatan pada masa libur lebaran ini juga didukung oleh seluruh mitra fasilitas kesehatan. Dengan terbukanya akses bagi peserta dalam mendapatkan pelayanan di masa libur lebaran, diharapkan fasilitas kesehatan juga berkomitmen dalam memberikan pelayanan yang optimal bagi seluruh peserta, termasuk bagi mereka yang tengah menjalani mudik lebaran," jelas Fery.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen dan siap berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN saat libur lebaran Tahun 2025.
Kolaborasi juga dilakukan pihaknya dengan Polresta Kota Malang dalam menyediakan posko mudik di beberapa titik. Dinkes Kota Malang juga berpesan kepada seluruh peserta JKN untuk dapat memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif agar dapat digunakan untuk berobat apabila dibutuhkan.
“Dinas Kesehatan mendukung pemudik yang saat libur lebaran membutuhkan pelayanan kesehatan. Peserta JKN harus punya Aplikasi Mobile JKN, jadi nanti saat mudik bisa melakukan pengecekan status kepesertaan melalui Aplikasi Mobile JKN. Kolaborasi juga dilakukan dengan Polresta Kota Malang dengan membuka Pos Pengamanan arus mudik di 4 titik di Kota Malang, meliputi Stasiun Kota Baru, Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Depan gedung MCC dan exit tol Madyopuro,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Komisariat Malang, Tri Wahyu Sarwiyata, yang turut hadir dalam konferensi pers tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan rumah sakit untuk memastikan bahwa peserta JKN dapat mengakses pelayanan kesehatan saat libur lebaran sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku.
Ia berharap pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit khususnya yang ada di Malang Raya saat libur lebaran Tahun 2025 ini tidak terdapat kendala.
“Saat libur lebaran peserta JKN dapat mengakses pelayanan kesehatan di rumah sakit, tentunya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Apabila kondisinya gawat darurat, seluruh rumah sakit di Malang siap menangani peserta yang sedang mengalami gangguan kesehatan, namun apabila kondisinya tidak gawat darurat, sesuai ketentuan berobat dahulu ke FKTP,” katanya. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




