
BANGSAONLINE.com – Setelah sebulan penuh menahan lapar dan dahaga, Umat Islam kini merayakan kemenangan dengan penuh suka cita.
Momen Idul Fitri menjadi waktu yang pas untuk silaturahmi, saling memaafkan, dan berbagi kebahagiaan dengan keluarga, kerabat, dan sesama.
Faktanya, Idul Fitri bukan hanya tentang kemeriahan duniawi, seperti baju baru dan perayaan. Walaupun dianjurkan untuk berpenampilan terbaik, makna inti Idul Fitri terletak pada kesucian hati dan kemenangan atas diri sendiri.
Maksudnya, Idul Fitri mengembalikan Umat Islam ke keadaan suci, yang dicapai melalui puasa Ramadhan, zakat fitrah sebagai bentuk rasa syukur dan berbagi, dan saling memaafkan atas kesalahan yang lalu.
Secara terminologi, Idul Fitri terdari dari dua kata. “Id” berasal dari kata ada - ya’uudu, yang memiliki arti kembali dan “al-fitri” memiliki arti suci. Sehingga, Idul Fitri merupakan hari raya yang menandai kembalinya Umat Islam ke fitrah atau kesucian setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan.
Tak hanya itu, keistimewaan Idul Fitri terletak pada janji Allah untuk mengampuni dosa-dosa orang yang melaksanakan sholat Idul Fitri. Hal ini menjadikannya hari yang sangat berharga.
Memang dianjurkan untuk mengenakan pakaian terbaik atau pakaian baru saat Idul Fitri karena hal tersebut menyimbolkan kesucian serta bersihnya hati. Akan tetapi, semua anjuran tersebut akan menjadi lebih sempurna apabila diimbangi dengan pengetahuan terkait makna Idul Fitri yang sebenarnya.
Mengutamakan ibadah serta kebersamaan pada momen Idul Fitri menjadikan perayaannya lebih bermakna. (mg1)