
MALANG, BANGSAONLINE.com - Program JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola BPJS Kesehatan telah memberikan perlindungan kesehatan kepada banyak masyarakat Indonesia, salah satunya yang dirasakan oleh Dita Novita Sari (21). Seorang Mahasiswi salah satu Universitas Negeri yang ada di Kota Malang itu mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarganya merasakan manfaat nyata program JKN.
“Program JKN ini menurut saya menjadi solusi utama bagi banyak masyarakat dalam mendapatkan akses layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas. Program ini juga memberikan kemudahan dan rasa aman saat saya dan keluarga membutuhkan perawatan medis secara mendadak kalau tiba-tiba sakit,” ucapnya, Rabu (26/3/2025).
Perempuan yang akrab disapa Dita tersebut mengungkapkan bahwa dirinya sudah terdaftar menjadi peserta JKN sejak 2016. Tidak jarang dirinya dan keluarganya memanfaatkan Program JKN untuk berobat, salah satunya seperti yang dialami oleh ibunya akhir-akhir ini.
Ia mengaku bahwa ibunya memanfaatkan Program JKN untuk pengobatan penyakit mumps atau parotitis, atau yang biasa disebut gondongan. Mumps atau parotitis adalah penyakit akibat infeksi virus yang menyebabkan bengkaknya kelenjar parotis pada wajah.
"Selama menjadi peserta JKN banyak manfaat yang kami rasakan. Salah satunya saat mama saya baru-baru ini terkena penyakit gondongan, jadi badannya demam, kemudian pipinya bengkak. Saat itu kami langsung membawanya periksa kesehatan ke FKTP, kami berobat menggunakan JKN alhamdulillah mudah dan cepat," kata Dita.
Selama mendapatkan pelayanan kesehatan dengan menggunakan Program JKN, ia merasa puas dengan layanan yang diberikan, selain itu dirinya tidak pernah merasakan pembedaan pelayanan maupun permintaan iur biaya tambahan.
Ia juga mengapresiasi inovasi-inovasi yang diinisiasi oleh BPJS Kesehatan. Menurut dia, inovasi-inovasi tersebut memberikan banyak kemudahan dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan maupun administrasi.
“BPJS Kesehatan sekarang saya akui semakin bagus. Inovasi yang dilakukan sangat mendukung era saat ini yang semuanya serba digital. Contohnya Aplikasi Mobile JKN ini, sekarang ada fitur antrean online, sangat memudahkan ya jadi tidak perlu mengantre terlalu lama di fasilitas kesehatan. Terus saya juga pernah melakukan perubahan data melalui Aplikasi Mobile JKN,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dita juga menyampaikan bahwa meskipun terdaftar sebagai peserta JKN, dirinya tidak menjadikan Program JKN sebagai alasan untuk tidak menjaga kesehatan.
Menjaga kesehatan adalah kewajiban setiap orang dengan cara menjaga pola makan, istirahat yang cukup, menjaga kebersihan dan juga menyempatkan untuk berolahraga. Dengan menjaga badan tetap sehat, masyarakat bisa membantu peserta JKN lain yang sedang membutuhkan pengobatan.
“Meskipun terdaftar menjadi peserta JKN, sebenarnya saya tidak berharap sakit dan dapat memanfaatkan. Semoga iuran yang kami bayarkan bisa menjadi amal untuk membantu peserta JKN yang sedang sakit,” kata Dita.
Ia juga berharap agar program JKN terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih banyak lagi kepada masyarakat.
Dita turut mengajak masyarakat lainnya yang belum menjadi peserta JKN untuk segera mendaftar agar dapat merasakan manfaat perlindungan kesehatan yang diberikan oleh Program JKN. Ia pun berpesan kepada peserta JKN untuk selalu membayar iuran JKN secara rutin maksimal tanggal 10 setiap bulan.
“Terima kasih untuk BPJS Kesehatan karena telah berhasil menyelenggarakan Program JKN yang layanannya semakin bagus ini. Saat ini sudah banyak sekali pelayanan tanpa tatap muka yang ditawarkan oleh BPJS Kesehatan, jadi saya berharap masyarakat yang belum menjadi peserta JKN agar segera mendaftarkan diri,” pungkasnya. (rom)