Kantor BPJS Kesehatan Madiun terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta JKN.
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari menyampaikan, dalam menyambut Ramadan, kesiapan fisik dan spiritual saja tidak cukup, tetapi juga dibutuhkan kesiapan kesehatan demi kelancaran ibadah.
“Memasuki Ramadan, BPJS Kesehatan mengajak peserta JKN untuk melakukan skrining riwayat kesehatan secara mandiri melalui Aplikasi Mobile JKN maupun layanan WhatsApp Pandawa di nomor 08118165165,” kata Ita, sapaan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Kamis (19/2/2026) di kantornya.
“Dengan skrining riwayat kesehatan ini, peserta dapat mengetahui potensi risiko penyakit kronis lebih awal, sehingga bisa melakukan langkah pencegahan atau konsultasi medis,” imbuhnya.
Menurut Ita, deteksi dini menjadi kunci dalam menjaga kondisi tubuh tetap prima selama berpuasa, khususnya peserta yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Bagi peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) maupun Program Rujuk Balik (PRB), ia mengimbau agar berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalankan ibadah puasa.
“Dengan melakukan konsultasi terlebih dahulu, maka pesreta Prolanis dan PRB dapat memastikan terapi dan pengobatan yang sedang dilakukan tetap berjalan optimal. Dengan begitu, ibadah puasa dapat dilakukan denga nyaman dan kondisi kesehatan juga tetap terkontrol,” jelasnya.
Selain memastikan kondisi kesehatan, Ita juga menekankan pentingnya status kepesertaan JKN agar tetap aktif. Peserta dapat melakukan pengecekan melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp Pandawa, maupun BPJS Kesehatan Care Center 165. Seluruh kanal tersebut dapat diakses dengan mudah dan cepat tanpa harus datang ke kantor.
“Ramadan adalah momentum memperbaiki diri, termasuk dalam hal menjaga kesehatan. Pastikan kondisi kesehatan terpantau dan status kpesertaan JKN juga aktif, agar ibadah berjalan lancar tanpa rasa khawatir jika sewaktu-waktu membutuhkan layanan di fasilitas kesehatan,” tuturnya.
Dwi Lestari, salah satu peserta asal Madiun, menyampaikan bahwa dalam menjalani ibadah puasa bukan hanya memikirkan soal menu sahur dan berbuka puasa, tetapi juga memastikan bahwa tubuh juga dalam kondisi siap untuk menjalankan ibadah.
Lestari yang telah melakukan skrining riwayat kesehatan mengaku merasa lega karena telah mengetahui kondisi kesehatan dirinya, sehingga ia tau langkah apa yang harus ditempuh guna tetap menjaga kodisi kesehatannya.
“Karena memang saya memiliki riwayat darah tinggi, sehingga saya berkonsultasi dengan dokter untuk obat yang harus saya konsumsi, termasuk pada saat menjalani puasa ini. Sehingga puasa tetap bisa dijalankan, kesehatan juga terpantau. Dengan memastikan status kepesertaan JKN aktif, saya juga merasa tenang, karena kita pun tidak pernah tahu kapan sakit itu datang,” beber Lestari. (*)













