Mahasiswi asal Malang saat menunjukkan JKN Mobile.
“BPJS Kesehatan sekarang saya akui semakin bagus. Inovasi yang dilakukan sangat mendukung era saat ini yang semuanya serba digital. Contohnya Aplikasi Mobile JKN ini, sekarang ada fitur antrean online, sangat memudahkan ya jadi tidak perlu mengantre terlalu lama di fasilitas kesehatan. Terus saya juga pernah melakukan perubahan data melalui Aplikasi Mobile JKN,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dita juga menyampaikan bahwa meskipun terdaftar sebagai peserta JKN, dirinya tidak menjadikan Program JKN sebagai alasan untuk tidak menjaga kesehatan.
Menjaga kesehatan adalah kewajiban setiap orang dengan cara menjaga pola makan, istirahat yang cukup, menjaga kebersihan dan juga menyempatkan untuk berolahraga. Dengan menjaga badan tetap sehat, masyarakat bisa membantu peserta JKN lain yang sedang membutuhkan pengobatan.
“Meskipun terdaftar menjadi peserta JKN, sebenarnya saya tidak berharap sakit dan dapat memanfaatkan. Semoga iuran yang kami bayarkan bisa menjadi amal untuk membantu peserta JKN yang sedang sakit,” kata Dita.
Ia juga berharap agar program JKN terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih banyak lagi kepada masyarakat.
Dita turut mengajak masyarakat lainnya yang belum menjadi peserta JKN untuk segera mendaftar agar dapat merasakan manfaat perlindungan kesehatan yang diberikan oleh Program JKN. Ia pun berpesan kepada peserta JKN untuk selalu membayar iuran JKN secara rutin maksimal tanggal 10 setiap bulan.
“Terima kasih untuk BPJS Kesehatan karena telah berhasil menyelenggarakan Program JKN yang layanannya semakin bagus ini. Saat ini sudah banyak sekali pelayanan tanpa tatap muka yang ditawarkan oleh BPJS Kesehatan, jadi saya berharap masyarakat yang belum menjadi peserta JKN agar segera mendaftarkan diri,” pungkasnya. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




