
BANGSAONLINE.com - Guru Besar (Gubes) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Murni Rachmawati, mendalami peran manusia sebagai titik pusat kehidupan melalui kacamata arsitektur berkelanjutan.
Hasil kajiannya, Murni menemukan bahwa dalam kurun waktu 18 tahun ke belakang, terdapat tiga pokok tantangan yang selalu mengiringi perkembangan ilmu arsitektur. Tantangan-tantangan tersebut terdapat pada aspek alam, teknologi, dan kemanusiaan.
“Selain tiga aspek tersebut, semakin tahun tantangan yang muncul juga semakin banyak dan beragam,” jelasnya.
Murni mendalami kajiannya untuk menghadirkan teori arsitektur dengan gagasan yang baik dan dapat memprediksi masa depan. Melalui pendalamannya, Murni menyimpulkan bahwa manusia berperan sebagai pusat yang mengendalikan dan mengintegrasikan aspek-aspek kehidupan termasuk dalam ilmu arsitektur.
Lebih rinci, dalam aspek alam, Murni menjelaskan bahwa manusia harus dapat membuat dan menggunakan bangunan dengan sesedikit mungkin merusak alam dan manusia yang menempatinya.
“Selain itu, dalam merancang bangunan, manusia harus dapat mengangkat kelokalan sebagai bagian penting dalam arsitektur,” tuturnya mengingatkan.
Sedangkan dalam aspek teknologi, lanjutnya, manusia harus dapat menciptakan dan mengendalikan teknologi sebagai alat pembangunan untuk menghadirkan arsitektur yang berguna. Murni menekankan, teknologi juga harus ikut membantu arsitektur melestarikan alam dan menyelamatkan planet bumi.