PJU, Perwira hingga Kapolsek Jajaran Polres Lamongan Jalani Tes Urine Mendadak, Begini Hasilnya

PJU, Perwira hingga Kapolsek Jajaran Polres Lamongan Jalani Tes Urine Mendadak, Begini Hasilnya Para perwira, PJU dan Kapolsek Jajaran Polres Lamongan saat akan mengitu tes urine

LAMONGAN,BANGSAONLINE.com - Seluruh Pejabat Utama (PJU), perwira, dan Kapolsek jajaran Polres Lamongan menjalani tes urine mendadak di Ruang Rupatama Tatag Trawang Tungga, Mapolres Lamongan, Selasa (3/3/2026).

Langkah ini diambil sebagai respons atas masih adanya oknum anggota Polri di sejumlah wilayah yang terjerat kasus narkoba. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat optimalisasi pemberantasan dan penanganan narkotika di Indonesia.

Kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut instruksi tegas terkait pemberantasan narkoba yang masuk dalam program prioritas nasional Asta Cita. Polres Lamongan menilai upaya penegakan hukum tidak akan maksimal apabila internal institusi belum sepenuhnya bersih.

Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid menjelaskan, pembersihan internal menjadi bentuk dukungan terhadap program prioritas nasional tersebut.

"Pemberantasan narkoba adalah prioritas nasional. Polri harus menjadi ganda terdepan, dan itu dimulai dengan memastikan personel kita sendiri bersih dari pengaruh zat terlarang," ujar Ipda Hamzaid.

Ia juga mengingatkan bahwa keterlibatan oknum polisi dalam jaringan narkoba, baik sebagai pengguna maupun pelindung (backing), merupakan pelanggaran kode etik profesi kategori berat dengan konsekuensi tegas.

“Tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat narkoba. Selain jeratan hukum pidana, mereka menghadapi sanksi kode etik berat yang dapat berujung pada Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH),” tegasnya.

Selain sebagai bentuk pengawasan rutin, tes urine ini juga dilakukan untuk memastikan seluruh perwira dalam kondisi prima dan bersih menjelang pengamanan Idulfitri. Dengan personel yang bebas dari penyalahgunaan narkoba, pelayanan kepada masyarakat diharapkan berjalan optimal dan profesional.

Pemeriksaan dilakukan secara transparan dengan pengawasan sesuai prosedur yang berlaku. Dari hasil tes mendadak tersebut, seluruh peserta dinyatakan negatif.

"Alhamdulillah, hasilnya negatif semua," pungkasnya. (van)