Rumah duka salah korban pesta miras yang meninggal dunia. Foto: Ist.
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Dua warga Probolinggo meninggal dunia usai pesta miras. Keduanya, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami muntah darah.
Diketahui, pesta miras yang digelar empat orang itu, setelah menggelar tahlilan hari keenam wafatnya Kepala Desa Temenggungan, Krejengan, Probolinggo, yang digelar pada Sabtu (26/4/2025) malam.
BACA JUGA:
- Diduga Alami Rem Blong di Jalur Klemuk Kota Batu, Satu Pengendara Motor Tewas dan 3 Orang Luka-Luka
- Warga Desa Bluru Kidul Sidoarjo Digegerkan dengan Penemuan Mayat di dalam Truk
- Polres Probolinggo Kota Gagalkan Penyelundupan Ribuan Miras
- Diduga Sakit, Pria 65 Tahun di Waru Sidoarjo Ditemukan Meninggal Dunia Di Kamar Kosnya
Empat orang tersebut yaitu, Albar (38), Asril (20), Taufik (33) dan Rifkotul Ibat (19). Lalu dua orang lainnya ikut yaitu Mulyadi (49) dan Fran (49). Mereka dipanggil saat melintas di depan rumah Kades Temenggungan.
"Dua orang (Mulyadi dan Fran) itu gabung karena dipanggil, jadi minumnya sebagai penghormatan," ujar Kapolsek Krejengan AKP Marudji, Kamis (1/5/2025).
Marudji menyetutkan, setelah pesta miras, keesokan harinya, dua orang yaitu Albar dan Rifkotul Ibat mengalami gejala dan muntah darah. Sehingga oleh keluarganya dilarikan ke rumah sakit.
"Setelah opname 3 hari, baru Rifkotul Ibat meninggal dunia kemarin (Rabu) pukul 14.00 WIB. Sedangkan Albar meninggal dunia pukul 02.00 WIB tadi," jelas mantan Kanit Reskrim Polsek Kraksaan itu.
"Untuk penanganan saat ini sudah kami limpahkan ke Polres Probolinggo. Jadi untuk mirasnya beli di mana dan yang lainnya, itu sudah jadi wewenang Polres" pungkasnya. (rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




