Akustikoma saat tampil.
MALANG, BANGSAONLINE.com - Grup yang digawangi Yoga BM dan Antok Yunus, Akustikoma, merilis single bertajuk 'Negeri Sakkarepmu', sebuah karya tajam dan menggugah yang diproduksi oleh Gio Production.
Lewat lirik karya mereka, lagu ini tampil sebagai bentuk kritik sosial yang kuat terhadap kondisi sosial-politik yang terjadi saat ini.
BACA JUGA:
- Viral Pengendara Motor di Surabaya Bawa Kardus Berisi Barang Harga Rp70 Jutaan
- Viral! Siswa SD di Probolinggo jadi Korban Bullying, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Jambret Apes! Nekat Gasak Perhiasan Emak-emak di Blitar, Ternyata Emas Imitasi
- Polemik Yai Mim dan Sahara, Gus Yusuf Minta Alumni Tebuireng Jaga Adab
Secara harfiah, 'Negeri Sakkarepmu', ialah 'Negeri Sesukamu' dalam bahasa Jawa, di mana menggambarkan keresahan dan kegelisahan masyarakat terhadap ketidakadilan, penyalahgunaan kekuasaan, serta merajalelanya korupsi yang seolah telah menjadi bagian dari sistem.
Dengan gaya yang khas dan nuansa melankolis yang dibalut dalam aransemen sederhana namun menghujam, Akustikoma mengajak pendengar untuk merenungi kenyataan pahit yang selama ini mungkin terabaikan.
'Negeri Sakkarepmu' tidak hanya menjadi luapan emosi, tapi juga bentuk perlawanan: “Kami bersuara, meski dibungkam. Kami bertanya, meski dilupakan.”
Dari bait pembuka hingga pengulangan kata 'sakkarepmu' yang menghantui di akhir lagu, single ini menyuarakan realita bahwa hukum, keadilan, dan kekuasaan seringkali berjalan sesuai kehendak segelintir elit, sementara rakyat kecil terus menjadi korban.






