Pelayanan JKN di RSUD Surodinawan, Kota Mojokerto.
Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur, Dr. dr. Sutrisno, Sp. OG.K, mengonfirmasi lonjakan kasus DBD dan menekankan perlunya respons cepat dari semua pihak.
"BPJS Kesehatan telah memastikan bahwa DBD bisa dijamin sepanjang diagnosisnya tepat sesuai pedoman pelayanan dari Kementerian Kesehatan," tuturnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak ragu untuk mengakses layanan kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
"Jangan takut, segera datang ke faskes. Jika emergensi, segera ditangani. Jika tidak, keluhan tetap bisa dibantu," ujarnya.
Sutrisno pun berpesan agar peserta JKN memastikan kepesertaannya tetap aktif dengan membayar iuran tepat waktu guna memastikan akses layanan kesehatan yang maksimal.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi lonjakan kasus DBD di Jawa Timur. (ris/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




