Komisi II DPRD Gresik Dorong Perumda Giri Tirta Serap Air Baku 1.000 Liter LPS dari BGS

Komisi II DPRD Gresik Dorong Perumda Giri Tirta Serap Air Baku 1.000 Liter LPS dari BGS Ketua Komisi II Wongso Negoro bersama anggota saat sidak di SPAM BGS , di Desa Sidomukti, Bungah. FOTO: ist.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Komisi II DPRD Gresik mendorong Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik agar menyerap jatah air baku dari SPAM Bendung Gerak Sembayat (BGS) di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah sebanyak 1.000 liter per detik atau LPS (liter per second).

Sebab, telah melakukan kerja sama dengan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) BGS. Kerja sama dengan model Build Operate and Tranfer (BOT) atau bangun guna serah berjalan selama 25 tahun ini, mendapatkan jatah 1.000 LPS.

Menurut Ketua Komisi II DPRD Gresik, Wongso Negoro, langkah penyerapan 1.000 LPS ini dilakukan agar masyarakat Kabupaten Gresik makin banyak yang terlayani. 

Sebab, hingga sekarang masih ada ribuan masyarakat yang masuk daftar tunggu dan membutuhkan layanan air dari , namun belum bisa terlayani karena terkendala suplai bahan baku air dan jaringan (pipanisasi).

"Komisi II selaku mitra mendorong agar memaksimalkan pemakaian jatah bahan baku air dari BGS yang telah disiapkan 1.000 LPS," ujar Wongso kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (1/6/2025).

 Wongso menyampaikan, Gresik telah teken MoU atau kerja sama dengan SPAM BGS untuk pemakaian 1.000 LPS air baku. Namun, baru mampu memanfaatkan air baku 500 LPS. Sehingga, masih 500 LPS belum terserap.

"Perumda sejauh ini belum bisa menyerap jatah 1.000 LPS dari SPAM BGS karena terkendala tersier (jaringan pipa), dan sejumlah calon pelanggan dari industri yang hingga sekarang tidak ambil air dari ," ungkap anggota Fraksi Golkar itu.

Ia menuturkan, saat Perumda Giri akan melakukan kerja sama dengan SPAM BGS banyak perusahaan yang dilewati pipa separti di wlayah Kecamatan Manyar siap pakai (beli) air dari untuk kebutuhan industri. Bahkan, ada perusahaan di kawasan industri yang siap beli hingga 600 LPS.

" Perusahaan-perusahaan itu antara lain berada di kawasan Jawa Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Manyar, dan sejumlah perusahaan lain. Namun, hingga sekarang belum ada kepastian," jelasnya.

Meski baru ambil 500 LPS dari BGS, namun menurut Wongso, sudah mendatkan keuntungan dari penjualan air ke pelanggan.

"Perumda sudah dapat untung meski jatah dari BGS 1.000 LPS baru bisa diserap 500 LPS," tegasnya.

Kondisi serupa tambah Wongso, juga terjadi dalam kerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Jawa Timur dari SPAM Umbulan, Pasuruan. Dalam kerja sama ini, diberikan jatah 1.000 LPS. Namun, baru mampu memanfaatkan 500 LPS.

" tak mampu ambil jatah 1.000 LPS karena tetkendala infrastruktur antara lain jaringan pipa distribusi ke pelanggan dan pembangunan jaringan pipa baru. Karena itu, Perumda Gita Tirta kena denda harus bayar 800 LPS, sehingga mengalami kerugian," beber Wongso.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO