Suasana stasiun Surabaya Pasar Turi
5. KA Probowangi (Surabaya Gubeng – Banyuwangi)
Tingginya tingkat keterisian (okupansi) pada kereta-kereta tersebut menjadi indikator kuat bahwa mobilitas masyarakat dari dan menuju wilayah timur Pulau Jawa terus meningkat, terutama untuk perjalanan antarkota dan antarprovinsi.
Dalam menghadapi lonjakan penumpang, KAI Daop 8 Surabaya telah menyiapkan berbagai peningkatan layanan.
Di antaranya, penambahan petugas pelayanan di stasiun, penyediaan loket tambahan, serta optimalisasi kebersihan dan kenyamanan di atas kereta.
Berdasarkan data, puncak arus keberangkatan diprediksi terjadi pada Kamis, 5 Juni 2025, sedangkan arus balik diperkirakan mulai padat pada Minggu, 8 Juni 2025.
Stasiun Gubeng, Stasiun Pasar Turi, dan Stasiun Malang menjadi titik keberangkatan dengan volume tertinggi, mengingat posisi strategis dan konektivitasnya ke berbagai kota besar di Pulau Jawa.
Selain nyaman dan tepat waktu, saat ini KAI juga menghadirkan tarif khusus yang dapat dipesan mulai dua jam sebelum jadwal keberangkatan dan kemudahan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI, website kai.id, dan berbagai mitra penjualan resmi.
Tiket dapat dipesan secara online maupun langsung di loket stasiun. Pelanggan diimbau untuk segera melakukan pemesanan agar tidak kehabisan tiket, khususnya di tanggal-tanggal favorit.
“KAI mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanannya sejak dini dan memastikan pembelian tiket hanya melalui kanal resmi. Dengan begitu, pelanggan bisa menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bersama KAI,” tutup Luqman.
“KAI juga mengimbau pelanggan untuk hadir lebih awal di stasiun, serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan bersama. Terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang terus menjadikan kereta api sebagai sahabat perjalanan di masa liburan Iduladha ini,” pungkasnya. (rus/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




