TITD Kwan Sing Bio Tuban.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Setelah vakum sejak 2012 lalu akibat konflik internal, umat Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban, akhirnya bakal melaksanakan pemilihan pengurus baru.
Informasi adanya pemilihan pengurus baru itu dikabarkan dilaksanakan pada bulan ini dan disambut baik oleh umat kelenteng terbesar se-Asia Tenggara tersebut.
BACA JUGA:
- Sambut HAB ke-80, Kemenag Tuban Bersih-Bersih Tempat Ibadah Lintas Agama
- Mediasi ke-3 Konflik Klenteng Kwan Sing Bio Bersama DPRD Tuban, Kedua Pihak Belum Capai Sepakat
- Perwakilan Surabaya Tak Hadir, Komisi II DPRD Tuban Reschedule Mediasi Kelenteng Kwan Sing Bio
- Usai Vakum 13 Tahun, Go Tjong Ping Terpilih Jadi Ketua Umum Pengurus Klenteng Kwan Sing Bio Tuban
“Rencana pemilihan pengurus penilik Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, rencananya akan kita gelar di hari Minggu tanggal 8 Juni 2025 mendatang. Tepatnya dimulai pukul 08.00 WIB sampai selesai,” ungkap Go Tjong Ping, Mantan Ketua Umum TITD Kwan Sing Bio Tuban, Kamis (05/06/2025).
Go Tjong Ping mengaku, jika umat menyambut baik dan bahkan telah melakukan berbagai persiapan untuk menyukseskan pemilihan tersebut. Mulai, membuat surat undangan dan membuka pendaftaran bagi calon pengurus yang baru.
“Mohon doanya untuk warga kelenteng se-Indonesia,” tambah Go Tjong Ping, Anggota DPRD Provinsi Jatim periode 2019-2024 itu.
Ia menjelaskan, selama 12 tahun kekosongan pengurus, pengelolaan kelenteng diserahkan kepada 3 tokoh konglomerat Jatim dan Nasional. Yaitu, Welly Afandi pengusaha asal Surabaya, Lim Markus Maspion Group, dan Soedomo Mergonoto Owner Kopi Kapal Api.
Kekuasaan itu diberikan kepada tiga tokoh tersebut lantaran mereka telah berjasa dalam mengurai kemelut kepengurusan kelenteng.
Harapannya keberadaan kelenteng nantinya bisa kembali dikelola orang Tuban sendiri setelah adanya pemilihan pengurus baru.
“Dengan pemilihan baru ini, Kelenteng Kwan Sing Bio Tjoe Ling Kiong Tuban akan kembali ke orang Tuban lagi,” harap Go Tjong Ping.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




