Ribuan warga saat turun ke kolam untuk menangkap ikan beramai-ramai. Foto: Muji Harjita/BANGSAONLINE
KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Ribuan warga Desa Tanjung, Kecamatan Pagu turun ke Sumber Gundi (kolam) untuk menangkap atau memanen ikan beramai-ramai yang yang warga desa menyebut sebagai gobyak atau gropyokan ikan di Sumber Gundi, Minggu (6/7/2025).
Tradisi menangkap ikan yang dilakukan hanya pada bulan Suro peninggalan Jawa tersebut sebagai cara warga Desa Tanjung memberikan waktu ikan berkembang biak agar ekosistem tetap lestari sebelum nantinya akan dipanen kembali pada tahun berikutnya.
BACA JUGA:
- TPA Sekoto Rawan Overload, DLH Kabupaten Kediri Usulkan Dua TPST Berteknologi RDF
- CJH Tertua 105 Tahun Berangkat ke Tanah Suci, Bupati Kediri Titip Pesan Saling Jaga
- Sengketa Proyek Griya Keraton Sambirejo Berlanjut ke Arbitrase
- Ini Bantahan Dandim 0809 Kediri soal Viralnya Video Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih
Dalam menangkap ikan yang diadakan sekali dalam setahun ini, masyarakat membawa alat-alat tangkap traditional, seperti jaringe yang dimodifikasi, bubu dari bambu dan alat lainnya. Tua-muda, anak-anak, laki-laki dan perempuan, bersama-sama masuk dalam kolam Sumber Gundi untuk berburu ikan.
Wajah sumringah terlihat ketika mereka berhasil menangkap ikan, seperti ikan nila, mujair, patin, lele, kutuk , tombro dan gurami.
Rudi Widianto, Ketua Panitia Gobyak (Gropyokan) Ikan di Sumber Gundi menjelaskan, kegiatan ini sudah dilakukan secara turun-temurun, setiap bulan suro di penanggalan Jawa.
Istilahnya Gobyak ikan. Ikannya sendiri telah ditabur dari kecil, diberi makan dibiarkan tumbuh dan berkembang selama kurang lebih satu tahun.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




