Jasad BS (29) usai berhasil dievakuasi ke daratan oleh petugas.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - BS (29), pemuda asal Desa Suciharjo, Kecamatan Parengan ditemukan terapung dalam kondisi tak bernyawa di Sungai Kening, di wilayah Desa Margorejo, kecamatan setempat, Senin (7/7/2025), usai dilaporkan hilang selama 4 hari.
Sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dengan diagnosa F-20 (skizofrenia) sejak 1 bulan lalu.
BACA JUGA:
- 5 Kloter Jemaah Haji Tuban Tiba Besok, Berikut Jadwal dan Aturan Penjemputannya
- BMKG Tuban Peringatkan Gelombang Laut Capai 2,5 Meter, Nelayan Diminta Waspada
- Digugat ke Pengadilan, BNI Cabang Tuban Diduga Alihkan Sertifikat Jaminan Tanpa Persetujuan Pemilik
- DPRD Tuban Dorong Penguatan Gerakan Literasi, Soroti Minimnya Pemahaman Demokrasi Pelajar
"Menurut keterangan dari pihak Puskesmas Ponco, korban didiagnosa F-20 Scrinzofenia," kata Kapolsek Parengan, Polres Tuban, Iptu Ramelan.
Kapolsek menuturkan, korban sebelumnya disebut mengalami gaduh, gelisah, emosi, cemas dan telah dilakukan pengobatan rawat jalan.
Sejak 4 hari yang lalu, pada Jumat 4 Juli 2025 sekira pukul 14.00 WIB, korban diketahui pergi dari rumah dan tidak jelas keberadaannya.
"Korban sendiri diketahui warga sekitar dalam kondisi mengapung," urainya.
Usai dievakuasi, petugas kesehatan dari Puskesmas Ponco melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban.
Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada diri korban. Selain itu, menurut hasil pemeriksaan lanjutan, korban meninggal dunia akibat tenggelam.
"Sehubungan kejadian tersebut pihak keluarga tidak menghendaki dan tidak memperbolehkan di lakukan autopsi jenasah korban dan pihak keluarga tidak ada tuntutan apapun sehubungan dengan kejadian tersebut. Selanjutnya, jenazah di serahkan kepada pihak keluarga untuk di makamkan," bebernya. (wan/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





